Kremlin Buka Suara: Putin Tetap Terbuka Dialog dengan Trump Usai KTT NATO

fin.co.id - 10/07/2026, 22:15 WIB

Kremlin Buka Suara: Putin Tetap Terbuka Dialog dengan Trump Usai KTT NATO

Kremlin tegaskan Putin tetap terbuka dialog dengan Trump usai KTT NATO di Ankara.

Merespons manuver politik dan rencana militer AS tersebut, Dmitry Peskov angkat bicara. Moskow menyadari penuh bahwa Washington masih terus mengirimkan pasokan senjata dan teknologi militer ke Ukraina. Oleh karena itu, Rusia tidak ingin melihat situasi ini dengan kacamata yang terlalu optimistis.

Namun, di sisi lain, Rusia tetap menghargai niat baik AS yang masih menunjukkan komitmen dalam mencari jalan keluar bagi konflik ini.

"Berbeda dengan negara-negara lain yang terlibat dalam konflik ini, AS tetap berkomitmen dan terus berusaha memfasilitasi proses perdamaian. Dari sudut pandang itulah kami menilai setiap pernyataan," kata Peskov.

Walau demikian, Peskov menilai ada "dualitas tertentu" atau sikap bermuka dua dalam kebijakan luar negeri AS terhadap Ukraina. Beliau membantah anggapan bahwa pidato Trump di Ankara merupakan sinyal bahwa AS ingin kembali memicu eskalasi dengan Rusia. Bagi Moskow, situasi ini lebih memperlihatkan adanya "kesalahpahaman tertentu" di lingkungan Gedung Putih, terutama mengenai asumsi bahwa tekanan militer bisa menyelesaikan konflik.

Peskov menggarisbawahi bahwa rencana AS untuk "menutup langit" Ukraina secara tidak langsung mengonfirmasi keterlibatan NATO di medan perang. Faktor inilah yang membuat Rusia bersikeras mempertahankan keputusan mereka di lapangan. Menurut Peskov, hal itu menjadi salah satu alasan Rusia tetap melanjutkan "operasi militer khusus", istilah yang digunakan Moskow untuk menyebut perang di Ukraina.

Di akhir konferensi pers, Peskov memberikan peringatan keras bahwa tindakan yang memicu ketegangan baru justru akan merugikan semua pihak.

"Oleh karena itu, peningkatan ketegangan dan berbagai tindakan eskalatif sama sekali tidak akan berkontribusi terhadap proses perdamaian," ujarnya. Ia juga memperingatkan bahwa "eskalasi lebih lanjut" berpotensi memperpanjang konflik di Ukraina dan memaksa Rusia membentuk "zona penyangga yang lebih luas."

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID