fin.co.id — Kementerian Pertanian terus meluncurkan terobosan baru untuk mempermudah kerja para petani di lapangan. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan teknologi drone berpotensi dimanfaatkan untuk mengangkut gabah di daerah yang belum memiliki jalan usaha tani sehingga distribusi hasil panen menjadi lebih efisien.
Langkah inovatif ini menjadi jawaban konkret atas kendala transportasi yang selama ini sering menghambat produktivitas dan memicu biaya tinggi saat musim panen tiba.
Menurut Amran, inovasi tersebut merupakan bagian dari pengembangan pertanian modern yang terus didorong Kementerian Pertanian untuk mengatasi berbagai kendala di lapangan, terutama akses transportasi hasil panen. Melalui pemanfaatan alat terbang nirkabel ini, keterbatasan infrastruktur jalan bukan lagi menjadi penghalang besar bagi para petani.
Gagasan ini mencuat setelah publik dihebohkan oleh aksi viral di media sosial. Dia menyampaikan hal itu ketika dikonfirmasi terkait adanya seorang petani di daerah Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menumpang drone pertanian berukuran besar untuk pulang-pergi ke sawah.
Amran menilai aksi petani itu cukup kreatif, namun dia mengingatkan agar penggunaan drone tetap dilakukan dengan aman dan tidak membahayakan diri sendiri.
"Ini menarik sekali kemarin saya baca (petani) pakai drone. Itu yang penting tidak jatuh, tidak membahayakan. Tapi kalau drone-nya setinggi dua jengkal dari atas tanah itu menarik juga dipakai pulang," ujarnya saat ditemui usai Rapat Koordinasi Pengembangan Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Jakarta, Kamis, 9 Juli 2026.
Mampu Angkut Beban 100 Kilogram Sekali Terbang
Pengembangan fungsi wahana terbang ini tidak main-main. Menurut Amran, drone tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk penanaman, tetapi juga mampu membawa gabah dengan kapasitas sekitar 100 kilogram dari lahan menuju titik pengumpulan hasil panen.
Kemampuan angkut yang besar ini bakal memotong rantai distribusi manual yang menguras tenaga dan waktu. Amran menilai penggunaan drone untuk mengangkut gabah akan membantu petani di wilayah dengan akses terbatas sehingga proses distribusi hasil panen menjadi lebih cepat, mudah, dan efisien.
"Nanti ke depan yang tidak ada jalan usaha tani ngangkutnya karena bisa 100 kilogram ngangkutnya gabah pakai drone. Bener nggak? Cantik kan? Setelah pakai tanam pakai drone tapi itu tahap berikutnya," kata Mentan.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi tersebut merupakan tahapan lanjutan setelah penggunaan drone dalam proses tanam yang kini mulai diterapkan pada berbagai kawasan pertanian di Indonesia.
Baca Juga
Komitmen Kementan Menuju Era Pertanian Modern
Pemerintah berkomitmen agar pemanfaatan teknologi ini tidak berhenti sebagai wacana semata. Ia menegaskan Kementerian Pertanian terus mengembangkan inovasi berbasis teknologi untuk meningkatkan produktivitas, mempercepat pekerjaan di lapangan, serta memperkuat daya saing sektor pertanian nasional secara berkelanjutan.
Amran juga mengungkapkan dirinya bersama jajaran Kementerian Pertanian aktif melakukan penelitian untuk menghasilkan berbagai inovasi yang dapat diterapkan langsung dalam mendukung modernisasi pertanian Indonesia.
Ia optimistis pemanfaatan drone sebagai sarana angkut gabah akan menjadi solusi bagi petani di daerah tanpa jalan usaha tani sekaligus mempercepat transformasi menuju pertanian modern yang lebih maju dan efisien.