Dolar Saniharto

fin.co.id - 19/06/2026, 05:48 WIB

Dolar Saniharto

Dahlan Iskan bersama Harsono Enggalhardjo (kanan), Winarto Enggalhardjo, dan Merysia Enggalhardjo.--

Oleh: Dahlan Iskan

Inilah kakak beradik yang bisa saling mengisi. Hasilnya: sukses besar sebagai eksporter mebel ke seluruh dunia. Si kakak bagian marketing. Si adik bagian produksi. Si kakak bertugas mengejar omzet, si adik yang menjaga kualitas produksi.

"Anda ini insinyur?" tanya saya kepada si adik.

"Saya dokter gigi," jawabnya.

"Hah?"

"Dokter gigi lulusan Unair," jelasnya.

"Bagaimana seorang dokter gigi bisa jadi kepala produksi pabrik mebel berskala internasional?"

"Terpaksa," katanya serius.

Kala itu si kakak, Ir Harsono Enggalhardjo, sedang ingin mendirikan usaha baru. Ia tertarik pada dokumen perencanaan bisnis sebuah perusahaan mebel raksasa. Dokumen itu sudah di peti es. Tidak jadi dijalankan. Kalau ada yang mau menjalankannya silakan saja ambil dokumen itu.

Si kakak tahu bagaimana cara menjual produk yang batal diproduksi itu. Tapi ia tidak tahu bagaimana cara memproduksinya. Cari-cari orang yang cocok pun tidak ketemu.

Maka si kakak bertekad merayu adiknya agar mau memimpin produksi. Sayangnya si adik sudah jadi pegawai negeri. Apakah mau berhenti. Apalagi ia baru berhasil pindah ke Semarang setelah bertugas di Kalsel, Jayapura, dan Manokwari.

Itulah drg Winarto Enggalhardjo. Setelah lulus Unair, Winarto mendaftar menjadi tentara. Pangkatnya letnan satu.

"Kan Anda Tionghoa. Kenapa ingin jadi tentara?"

"Kakak saya yang satunya juga tentara. Pangkatnya letnan kolonel," ujar Winarto.

Ia akhirnya berhenti dari dinas tentara. Pilih pindah jadi pegawai negeri.

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca