Drone Hizbullah Gempur Wilayah Utara Israel, Dua Menteri Zionis Desak Serangan Balik

fin.co.id - 14/06/2026, 16:28 WIB

Drone Hizbullah Gempur Wilayah Utara Israel, Dua Menteri Zionis Desak Serangan Balik

Dua menteri Israel mendesak serangan balasan ke Beirut usai drone Lebanon serang Israel utara.

fin.co.id — Situasi di perbatasan Timur Tengah kembali memanas setelah militer Israel melaporkan serangan dua pesawat tanpa awak (drone) di wilayah utara negara mereka pada Minggu, 14 Juni 2026.

Militer Israel menduga kelompok militan Hizbullah dari Lebanon meluncurkan target udara tersebut. Meski serangan ini tidak menimbulkan korban jiwa, insiden tersebut memicu reaksi keras dari jajaran menteri sayap kanan Israel yang menuntut tindakan balasan brutal ke Beirut.

"Dua dampak dari target udara yang mencurigakan di wilayah Israel diidentifikasi di dekat perbatasan Israel-Lebanon. Tidak ada laporan cedera," kata militer.

Menteri Sayap Kanan Desak Penerapan Doktrin Dahiyeh

Sesaat setelah serangan udara itu terjadi, dua menteri sayap kanan Israel langsung menyuarakan desakan lewat media sosial X. Mereka meminta pemerintah segera melancarkan serangan balasan ke pinggiran selatan Beirut, yang menjadi basis pertahanan Hizbullah.

Menteri Keuangan Bezalel Smotrich mendesak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu agar menerapkan strategi militer secara agresif untuk menghancurkan infrastruktur di wilayah tersebut.

“Penembakan di komunitas utara adalah ujian Doktrin Dahiyeh yang telah diumumkan oleh perdana menteri. Saya menyerukan kepadanya untuk menerapkannya secara tegas dan mantap, dan untuk menghancurkan bangunan-bangunan di Dahiyeh,” kata Menteri Keuangan Bezalel Smotrich di X.

Langkah senada juga datang dari Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir. Ia menuntut respons militer yang jauh lebih masif atas setiap pelanggaran batas wilayah yang terjadi.

“Untuk setiap drone – sebuah rudal; untuk setiap pelanggaran – tembakan; untuk setiap UAV – Dahiyeh harus gemetar,” tulis Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir di X.

Sebelum insiden ini, para pejabat Israel termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memang sudah melayangkan peringatan keras. Mereka menegaskan bahwa Israel akan menyerang pinggiran selatan Beirut jika kelompok Hizbullah yang mendapat dukungan Iran berani menargetkan komunitas di Israel utara. Menurut klaim sepihak mereka, posisi dan ancaman tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Washington.

Militer Israel Perintahkan Evakuasi Massal di 29 Desa Lebanon

Guna mempersiapkan operasi militer lanjutan, tentara Israel secara resmi mengeluarkan perintah evakuasi bagi penduduk di 29 desa yang terletak di Lebanon selatan pada akhir pekan ini.

Perintah pengosongan wilayah ini tetap berjalan meskipun saat ini sedang ada kesepakatan gencatan senjata yang bertujuan untuk menghentikan perang antara kedua belah pihak.

Juru bicara militer Israel yang berbahasa Arab, Avichay Adraee, mengumumkan peringatan evakuasi tersebut dalam dua gelombang berturut-turut.

Pada pengumuman pertama, militer meminta penduduk di 13 desa untuk segera pergi. Tidak lama kemudian, peringatan kedua muncul untuk 16 desa lainnya, dengan target utama komunitas yang berada di sebelah utara Sungai Zahrani.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID