Nasional . 29/04/2026, 08:12 WIB
fin.co.id - Empat warga negara Indonesia (WNI) hingga kini masih menjadi sandera bajak laut Somalia setelah kapal tanker MT Honour 25 disergap di perairan dekat Somalia sejak Selasa 21 April 2026. Penyanderaan yang telah berlangsung selama sepekan itu memicu perhatian pemerintah dan keluarga korban, sementara proses negosiasi uang tebusan dilaporkan masih berjalan.
Salah satu korban merupakan kapten kapal MT Honour 25, Ashari Samadikun, warga Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Bersama kru lainnya, Ashari disandera saat kapal berlayar dari Oman menuju Somalia.
Di tengah situasi mencekam, Ashari sempat mengirim pesan suara kepada istrinya, Santi Sanaya, saat penyergapan berlangsung.
Pesan itu diterima melalui WhatsApp pada Selasa 21 April sekitar pukul 19.30 WITA. Dalam rekaman tersebut, Ashari memberi tahu bahwa kapal yang dipimpinnya sedang diserang bajak laut.
Santi mengaku langsung mencoba menghubungi suaminya kembali. Namun panggilan tidak dijawab hingga komunikasi akhirnya terputus.
"Terus selang beberapa jam, sudah tidak aktif hpnya. Betul-betul putus komunikasiku sama dia [Ashari]," lirih perempuan 26 tahun saat ditemui di rumahnya di Desa Pacellekang, Kecamatan Pattallassang, Gowa, Senin 27 April, dikutip dari BBC.
Kapal Diserang Saat Berlayar ke Somalia
MT Honour 25 diketahui membawa total 17 awak kapal. Empat di antaranya merupakan WNI, yakni Ashari Samadikun sebagai kapten kapal asal Gowa, Adi Faizal selaku second officer asal Bulukumba, Wahudinanto sebagai chief officer asal Pemalang, dan Fiki Mutakin asal Bogor.
Sementara kru lainnya terdiri dari 11 warga Pakistan, satu warga Sri Lanka, dan satu warga India.
Menurut keterangan keluarga, seluruh telepon genggam awak kapal disita oleh kelompok perompak sejak hari pertama pembajakan.
Namun pada Jumat 24 April 2026, Ashari disebut sempat diberi kesempatan menggunakan telepon kapal untuk menghubungi perusahaan dan keluarganya.
Dalam percakapan itu, Ashari menceritakan situasi yang dihadapi selama berada di bawah kendali para perompak bersenjata.
Ia mengaku beberapa kali mengalami intimidasi dengan todongan senjata.
Saat situasi kapal mulai dikuasai perompak, Ashari mencoba menenangkan keadaan dengan menyampaikan identitas agamanya kepada para pelaku.
"Suamiku sempat sambut [perompak] dengan 'Assalamualaikum, jangan tembak saya. Saya Muslim'," kata Sinta menirukan perkataan Ashari.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id