Ekonomi . 22/07/2026, 21:58 WIB
fin.co.id - Guru memegang peranan besar dalam membentuk karakter sekaligus membekali generasi muda dengan keterampilan hidup, termasuk kemampuan mengelola keuangan sejak usia sekolah. Melalui proses belajar mengajar, pendidik tidak hanya menyampaikan teori ekonomi, tetapi juga menanamkan kebiasaan mengatur keuangan secara bijak sebagai bekal menghadapi masa depan.
Penerapan Kurikulum Merdeka turut menempatkan literasi keuangan sebagai materi penting dalam pembelajaran ekonomi di jenjang SMA. Materi tersebut tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga diarahkan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini membuat peran guru semakin strategis dalam membangun pemahaman finansial para siswa.
Urgensi peningkatan literasi keuangan juga tercermin dari hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS). Survei tersebut menunjukkan indeks literasi keuangan remaja usia 15–17 tahun baru mencapai 51,68 persen, masih berada di bawah rata-rata indeks literasi keuangan nasional yang sebesar 66,46 persen.
Melihat kondisi tersebut, Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Insurance, Rudy F. Manik mengatakan, PT FWD Insurance Indonesia menghadirkan program FWD Financial Literacy for Educators sebagai bentuk dukungan bagi para guru agar mampu menjadi penggerak peningkatan literasi keuangan di lingkungan sekolah. Program tersebut dirancang untuk membekali tenaga pendidik dengan materi dan metode pembelajaran yang relevan sehingga mampu menanamkan kebiasaan finansial yang sehat kepada peserta didik.
"Kami percaya bahwa guru memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kemampuan dalam mengelola keuangan. Melalui FWD Financial Literacy for Educators, kami ingin memperkuat kapasitas guru dengan memberikan pembekalan dengan pembelajaran keuangan yang relevan agar dapat menumbuhkan kebiasaan finansial yang sehat pada siswa, sekaligus menjadi wujud komitmen FWD Insurance dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan," kata Rudy dalam keterangan, Rabu, 22 Juli 2026.
Program yang berlangsung pada Februari hingga Juni 2026 itu melibatkan 30 guru ekonomi SMA dari berbagai sekolah di Jakarta. Melalui para pendidik tersebut, FWD Insurance menargetkan sekitar 2.700 siswa memperoleh materi literasi keuangan yang lebih aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan generasi saat ini.
Pelaksanaan program juga menggandeng Prestasi Junior Indonesia (PJI) dalam penyusunan modul, pelatihan guru, hingga pengembangan asesmen yang menjadi bagian dari proses sertifikasi. Selain itu, relawan FWD Insurance ikut berkontribusi dalam penyusunan materi dan evaluasi agar pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan di ruang kelas.
Menutup rangkaian kegiatan, Rudy menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya program tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru dan pihak sekolah, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, OJK, PJI, serta seluruh volunteers yang telah mendukung terlaksananya program ini. Kami berharap para guru dapat semakin percaya diri dalam menyampaikan materi literasi keuangan di kelas, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak siswa. Ke depan, FWD Insurance akan terus menghadirkan berbagai inisiatif yang mendukung peningkatan literasi keuangan dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat," tutur Rudy.
Ketua Subkelompok Kurikulum dan Penilaian Bidang SMA Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Joko Arwanto menyambut baik kolaborasi tersebut. Dia mengapresiasi kontribusi yang telah dilakukan dalam program ini.
"Kolaborasi lintas sektor sangat penting dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Jakarta, khususnya untuk memperkuat literasi keuangan di lingkungan sekolah. Kehadiran program seperti ini menjadi salah satu contoh bagaimana pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor swasta dapat saling melengkapi dalam memperkuat kapasitas guru, sehingga literasi keuangan dapat tersampaikan dengan lebih baik kepada para siswa," tuturnya.
Hal senada disampaikan Deputi Direktur Pelaksanaan Edukasi Keuangan OJK, Halimatus Sa’diyah. Menurutnya, edukasi keuangan perlu diberikan sejak dini secara berkelanjutan, dan guru menjadi salah satu ujung tombak dalam memperluas pemahaman finansial kepada generasi muda.
Ia berharap inisiatif seperti ini mampu melahirkan lebih banyak anak muda yang memiliki kecakapan mengelola keuangan sehingga dapat mengambil keputusan finansial secara tepat di masa mendatang.
Program tersebut merupakan bagian dari FWD Group Community Grants, yang menjadi wujud komitmen perusahaan dalam menghadirkan program sosial berdampak bagi masyarakat. Melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, FWD Insurance berupaya memperluas akses edukasi keuangan sekaligus menyiapkan generasi muda agar lebih siap menghadapi berbagai tantangan finansial di masa depan.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, FWD Insurance menggelar FWD Financial Literacy for Educators Appreciation Day sebagai bentuk apresiasi kepada para guru yang telah menyelesaikan seluruh tahapan pelatihan dan sertifikasi.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id