Krisis Bahlil

fin.co.id - 03/03/2026, 05:29 WIB

Krisis Bahlil

Ilustrasi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan potensi krisis listrik dampak dari perang Israel vs Iran.--

Belum semua minyak naik harga. Beberapa justru turun: Minas dan Duri termasuk yang turun. Itu minyak produksi dari lapangan minyak di Riau. Harga minyak Kansas, pedalaman Amerika, juga turun sedikit. Selebihnya –ada lebih 200 jenis minyak di dunia ini– naik. Turunnya Minas dan Duri agak aneh. Padahal jenis minyak dari dua lapangan itu termasuk terbaik di dunia –mudah diolah jadi BBM.

Tidak akan ada rudal Israel dan Iran yang jatuh di Indonesia. Tapi kalau perang sampai menutup selat Hormuz harga minyak bisa di atas USD100 per barel. Itu berarti dana pemerintah Indonesia akan terkuras ke subsidi BBM. Program Makan Bergizi Gratis akan terancam kekurangan gizi.

Pun pengusaha batu bara akan pilih ekspor daripada mencukupi kebutuhan dalam negeri. Ini ancaman serius. Bahlil bisa kehilangan jabatan kalau sampai terjadi krisis listrik –meskipun ada yang menunggu-nunggu pemecatan itu.

Tanda-tandanya sudah mulai ada –tanda krisis batu bara, bukan tanda pemecatan. Banyak pembangkit listrik PLN dan IPP yang kekurangan batu bara. Stok batu bara mereka ada yang tinggal untuk lima hari. Bahkan ada yang tinggal dua hari.

Mereka pun mulai ada yang sengaja menurunkan saturasi –agar pasien bisa menghemat isi tabung oksigen. Pemakaian batu baranya dikurangi 40 persen. Produksi listriknya berkurang. Tentu itu sangat merugikan PLN dan IPP. Tapi rugi besar lebih baik dari pada rugi sangat besar.

Tentu sambil menurunkan saturasi mereka berharap ada tongkang pengangkut batu bara yang segera datang ke pelabuhan khusus mereka. Mereka harus lebih keras berdoa: agar gelombang laut bulan Februari tidak sebesar Februari-Februari lalu.

Doa itu mungkin sulit dikabulkan biar pun yang berdoa lebih lama berdiri di dermaga sampai lupa kalau matahari sudah tenggelam –waktunya berbuka. Februari tahun ini tetap saja banyak badai –meski petirnya sudah pindah ke Agrinas Pangan Nusantara.

Lebih baik berdoa sambil berpuasa: semoga pemerintah tidak hanya tegas di BoP tapi juga tegas melarang ekspor batu bara sebelum kepentingan dalam negeri terpenuhi.

Israel dan Amerika seharusnya tidak menyerang Iran. Kalau pun Israel-Amerika benci Iran setidaknya harus ingat: betapa besar kebaikan Indonesia pada mereka belakangan ini.(Dahlan Iskan)

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca