Kesehatan . 27/01/2026, 16:06 WIB

Virus Nipah Masuk Indonesia? Ini Penjelasan Resmi Kemenkes

Penulis : Gatot Wahyu
Editor : Gatot Wahyu

Menurut Naning, pengawasan dilakukan secara dinamis mengikuti perkembangan situasi global, termasuk skrining riwayat perjalanan selama 21 hari terakhir.

Pemeriksaan Ketat dari Negara Terjangkit

Untuk penerbangan langsung dari negara berisiko, seperti India, petugas melakukan pengawasan berlapis.

“Jika ditemukan penumpang bergejala, petugas akan melakukan boarding inspection dan pemeriksaan lanjutan sesuai pedoman kesehatan,” jelas Naning.

Otoritas bandara juga telah menyiagakan thermal scanner, pemeriksaan visual penumpang, serta pos kesehatan khusus di terminal kedatangan internasional.

Naning menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan indikasi penularan virus Nipah di Indonesia. Meski demikian, koordinasi lintas sektor, termasuk dengan otoritas karantina hewan, terus dilakukan.

“Kami tetap bersiaga. Virus Nipah ini zoonosis, bisa berasal dari hewan seperti kelelawar, monyet, dan babi,” katanya.

Sebelumnya, WHO menyatakan virus Nipah dapat menyerang paru-paru dan otak, dengan gejala berat seperti gangguan kesadaran hingga koma. Tingkat kematian pada wabah sebelumnya bahkan dilaporkan mencapai lebih dari 40 persen pada pasien terinfeksi.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id