Lifestyle . 14/08/2026, 16:10 WIB
fin.co.id - Suara gredek saat motor matik mulai melaju atau bunyi berdecit ketika berakselerasi bisa menjadi tanda adanya masalah pada sistem Continuously Variable Transmission (CVT).
Kondisi tersebut sebaiknya tidak dianggap sepele karena CVT memiliki peran penting dalam menyalurkan tenaga mesin ke roda belakang. Jika dibiarkan, gangguan pada komponen CVT berpotensi memengaruhi performa kendaraan dan memicu kerusakan pada bagian lainnya.
CVT merupakan sistem transmisi otomatis yang bekerja mengatur rasio putaran mesin agar perpindahan tenaga berlangsung lebih halus tanpa perlu memindahkan gigi secara manual. Untuk menjaga kinerjanya tetap optimal, komponen-komponen di dalam CVT perlu diperiksa dan dirawat secara berkala sesuai dengan rekomendasi pabrikan.
Menanggapi kondisi tersebut, Main Dealer sepeda motor Honda untuk wilayah Jakarta-Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati (WMS), memberikan edukasi mengenai sejumlah faktor yang dapat menyebabkan munculnya suara gredek maupun berdecit pada CVT. Pemahaman mengenai gejala tersebut dinilai penting agar konsumen dapat segera melakukan pemeriksaan dan mencegah gangguan berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius.
“Saat motor mulai berjalan, kampas ganda akan menempel pada mangkok kopling untuk meneruskan tenaga dari mesin ke roda belakang. Ketika permukaan kampas atau mangkok sudah kotor, licin, atau mengalami keausan, proses gesekannya menjadi tidak sempurna sehingga muncul getaran yang dirasakan pengendara sebagai bunyi gredek. Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya kenyamanan berkendara yang terganggu, tetapi juga dapat mempercepat keausan komponen CVT lainnya,” jelas Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi.
Beberapa penyebab yang paling sering memicu munculnya bunyi gredek maupun berdecit pada sistem CVT antara lain:
Penumpukan Debu: Sisa gesekan komponen menghasilkan debu yang menempel pada mangkok kopling maupun kampas ganda sehingga mengurangi daya cengkeram saat bekerja.
Mangkok Kopling Licin: Permukaan mangkok menjadi mengilap (glazing) akibat panas berlebih sehingga gesekan dengan kampas ganda tidak lagi optimal.
Kampas Ganda Aus: Gesekan yang terjadi terus-menerus membuat permukaan kampas menipis atau terbakar sehingga kemampuan mencengkeram menurun.
V-Belt Kering atau Getas: V-belt yang mulai aus, kering, getas, atau licin dapat memunculkan bunyi berdecit sekaligus mengurangi efisiensi penyaluran tenaga mesin.
Untuk menjaga kondisi CVT tetap prima, konsumen dapat melakukan beberapa langkah berikut:
Servis dan Pembersihan Rutin: Lakukan pembongkaran serta pembersihan area CVT dari debu dan kotoran setiap menempuh jarak sekitar 2.000–5.000 kilometer, atau menyesuaikan kondisi penggunaan kendaraan.
Penggantian Komponen: Segera ganti kampas ganda maupun V-belt yang sudah aus, getas, atau mengalami kerusakan agar sistem transmisi kembali bekerja secara optimal.
Perawatan Berkala Jadi Kunci Menjaga Performa CVT:
Perawatan CVT sebaiknya dilakukan di bengkel resmi agar setiap proses pemeriksaan dilakukan sesuai standar Honda. Dengan demikian, kondisi setiap komponen dapat dianalisis secara menyeluruh sehingga potensi kerusakan dapat ditangani sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id