Sunarso juga menambahkan bahwa integrasi pelayanan kepada Ultra Mikro melalui Holding Ultra Mikro BRI telah memperluas layanan kepada UMKM secara keseluruhan.
Saat ini, BRI telah menyalurkan kredit kepada total 50 juta nasabah UMKM, termasuk di dalamnya 36 juta nasabah Ultra Mikro.
“Hasil riset BRI menunjukkan bahwa pemberdayaan UMKM tidak hanya melalui penyaluran kredit, tetapi juga membutuhkan pendampingan dan edukasi untuk menabung. Saat ini, BRI telah melayani lebih dari 180 juta rekening tabungan nasabah UMKM,” ungkapnya.
Sunarso kemudian menjabarkan berbagai program pemberdayaan UMKM yang telah dilakukan oleh BRI, sebagai berikut:
1. AgenBRILink
Inisiatif BRI untuk sharing economy, melibatkan warung kelontong yang menjalankan fungsi perbankan dengan digitalisasi proses bisnis. Saat ini, jumlah AgenBRILink telah mencapai 1,06 juta agen, dengan volume transaksi mencapai Rp1.589 triliun.
2. Desa BRILiaN
Program pengembangan ekonomi desa sesuai potensi spesifiknya (desawisata, desa kerajinan, desa pertanian, dll.). Saat ini, jumlah desa BRILiaN yang diberdayakan BRI telah mencapai 4.327 desa.
3. PARI (Integrated Commodity Platform)
PARI memberikan kemudahan bagi pelaku ekosistem berdasarkan komoditas. Saat ini, terdapat 85.298 pengguna PARI.
4. Klasterku Hidupku
Program pemberdayaan berdasarkan kesamaan usaha dalam klaster/kelompok usaha. Jumlah klaster usaha yang diberdayakan BRI mencapai 33.804.
5. LinkUMKM
Platform online yang bertujuan membawa UMKM Indonesia naik kelas melalui program pemberdayaan terpadu. Saat ini, LinkUMKM telah digunakan oleh 8,9 juta pengguna.