Menlu Rusia Buka Suara Soal Ketegangan Iran-AS: Berlanjutnya Konflik Tak Untungkan Siapa Pun!

fin.co.id - 22/07/2026, 23:55 WIB

Menlu Rusia Buka Suara Soal Ketegangan Iran-AS: Berlanjutnya Konflik Tak Untungkan Siapa Pun!

Menlu Rusia Sergey Lavrov sebut konflik Iran-AS tak menguntungkan kedua pihak.

fin.co.id - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan bahwa berlanjutnya permusuhan di Timur Tengah tidak memberi keuntungan, baik bagi pihak Amerika Serikat maupun Iran.

Pernyataan diplomatik ini menegaskan posisi Rusia yang mendorong terciptanya stabilitas keamanan kawasan di tengah tensi ketegangan yang kian memanas. Langkah penenangan situasi menjadi hal krusial demi menghindarkan kawasan dari potensi eskalasi pertempuran yang lebih luas.

"Namun, saya merasa bahwa berlanjutnya permusuhan tidaklah menguntungkan baik bagi Amerika Serikat maupun Iran," kata Lavrov dalam konferensi pers usai Pertemuan Tingkat Menteri Rusia-ASEAN, Rabu, 22 Juli 2026.

"Ada pihak-pihak yang ingin memprovokasi kedua belah pihak untuk melanjutkan konflik ini. Kami bukan salah satu dari mereka," tambahnya.

Menlu Rusia menambahkan bahwa pihaknya meyakini akan muncul kalangan politik di Iran yang menentang penghentian pengembangan senjata nuklir.

Dia juga menegaskan bahwa laporan mengenai dugaan Rusia dan China memasok kepada Iran dalam konflik dengan Amerika Serikat adalah tidak benar.

Iran Bantah Keberadaan Kompleks Nuklir Rahasia di Gunung Kolang

Sementara itu, Iran kembali membantah keberadaan kompleks nuklir rahasia di Gunung Kolang. Bantahan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang lokasi tersebut di tengah negara itu.

“Fokus obsesif Washington pada Kolang Kouh, tempat tidak ada aktivitas nuklir yang terjadi, hanyalah dalih yang dibuat-buat untuk agresi, penghancuran, dan sabotase,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, di X.

Ia menegaskan bahwa “aktivitas nuklir Iran telah sepenuhnya diumumkan” kepada badan pengawas atom PBB.

Ancaman Serangan Donald Trump dan Catatan Konflik Fasilitas Natanz

Trump telah memperingatkan pada hari Selasa bahwa AS akan menyerang lokasi tersebut, yang dikenal sebagai Gunung Pickaxe dalam bahasa Inggris.

“Kami akan segera menyerang daerah itu, dan dengan sangat dahsyat,” kata Trump, menambahkan bahwa ia biasanya tidak akan mengumumkan target tetapi “tidak ada yang dapat mereka lakukan.”

Pada tahun 2025, media AS termasuk The Washington Post dan The New York Times melaporkan bahwa Iran telah mempercepat pembangunan di lokasi nuklir bawah tanah rahasia di Gunung Kolang, yang dibantah oleh Teheran.

Gunung itu terletak dekat fasilitas nuklir Natanz di Iran, yang dibom oleh AS selama perang singkat pada bulan Juni tahun itu.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID