News . 21/11/2023, 21:42 WIB
Karena saat itu belum yakin, Erlangga membawa anaknya ke rumah sakit Jasa Kartini Tasikmalaya. Sesampainya di rumah sakit si bayi dibawa ke IGD dan ditangani oleh perawat dan dokter jaga.
Perawat di rumah sakit Jasa Kartini memompa jantung si bayi dan mengecek saturasi oksigennya. Bahkan sempat memberikan oksigen. Sebelumnya pihak rumah sakit menimbang berat badan bayi 1,5 kg.
"Perawat dan dokter di rumah sakit kaget kenapa ini anak dengan BB hanya 1,5 Kg kok bisa pulang. Kenapa tidak diincubator. Menurut perawat di rumah sakit, incubator untuk bayi dengan BB 1,5 Kg minimal selama 7 atau 10 hari," ucapnya.
Saat tahu si bayi lahir di klinik Alifa, perawat dan dokter di rumah sakit itu geleng-geleng kepala. Akhirnya, oleh rumah sakit Jasa Kartini diberikan surat kematian.
"Kami pulang dengan hati yang sangat sakit. Dengan rasa penyesalan terbesar kenapa harus melahirkan di Klinik Alifa. Kami pulang membawa bayi kami yang suci tidak berdosa yang telah disepelekan oleh Klinik Alifa ALIFA menggunakan ambulance," jelasnya.
Keesokan harinya, Rabu, 15 November 2023 pukul 07.00 WIB Nadia Klinik Alifa meminta klarifikasi terkait meninggalnya si bayi.
Anisa meminta keterangan dari bidan- bidan yang saat itu jaga di Klinik. Namun, bidan-bidan jaga dan mahasiswa praktek menyembunyikan keberadaan si bidan. Yaitu Bidan Dwi Yunita.
"Kami sekeluarga bukan tidak menerima takdir. Karena kami tahu takdir sudah ada yang mengatur. Hanya saja yang sangat kami sayangkan yaitu pelayanan dan perawatan yang sangat buruk yang menyebabkan anak saya meninggal dunia. Anak saya bukan binatang," tegasnya.
Erlangga menyatakan tidak akan menuntut klinik Alifa. Dia hanya meminta keadilan dan pertanggungjawaban Klinik karena pelayanan yang buruk, kelalaian bidan, dan diduga malpraktek.
"Saya dan keluarga berharap Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya sebagai yang berhubungan dengan kinerja bidan-bidan di Tasikmalaya, SOP pelayanan medis itu seperti apa. Saya juga juga minta hal ini ditindaklanjuti secara tegas kepada klinik Alifa. Agar tidak ada lagi korban berikutnya seperti anak saya," pungkas Erlangga.

Di klinik Alifa Tasikmalaya ini, bayi prematur 1.5 Kg anak pasangan Erlangga Surya Pamungkas dan Nisa Armila lahir.-fin - @nadiaanastasyasilvera-Instagram
BACA JUGA:
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id