News . 21/11/2023, 21:42 WIB
Namun, si bidan tidak memberitahunya. Selain itu, keluarga juga tidak diperbolehkan masuk ke ruang bersalin.
"Yang membuat saya sakit hati ada salah satu bidan malah menyuruh istri saya ke kamar mandi untuk bersih-bersih sendirian. Yang benar saja masa ibu yang baru selesai melahirkan disuruh bersih- bersih sendirian ke kamar mandi. Disuruh buang air kecil sendirian. Istri saya masih sangat lemas. Pusing, napasnya juga sesak. Mau bangun pun bingung karena takut kenapa-kenapa," urainya.
Kakak Erlangga yaitu Nadia meminta bantuan bidan untuk memapah. Tetapi bidan tidak mempedulikannya. Akhirnya, Nadia yang memapah Anisa ke kamar mandi dan membersihkan darahnya.
"Masih banyak sisa darah di badan istri saya. Di punggung, di perut di kaki semuanya. Sama sekali tidak dibersihkan. Hanya ditutupi kain samping. Malah kakak saya yang membersihkan darah pasca melahirkan. Mengganti baju karena banyak darahnya. Setelah dibersihkan kakak saya kembali menidurkan istri saya ke ruang bersalin," bebernya.
Menurut Erlangga, bayi dengan berat kurang dari 2 Kg itu harus di inkubator dengan alat inkubator yang sesuai standar medis. Namun, yang diberikan hanya alat inkubator sederhana.
Bayi yang baru lahir tersebut diinkubator dalam posisi memakai baju 2 lapis. Kemudian dipakaikan sarung tangan dan pernel bayi. Saat Nadia menanyakan kondisi bayi, bidan menjawab bahwa kondisi bayi tidak normal.

Surat dari Keluarga Erlangga Surya Pamungkas kepada Kepala Diasn Kesehatan Kota Tasikmalaya-fin - @nadiaanastasyasilvera-Instagram
BACA JUGA:
Kata si bidan, berat badannya kecil dan napasnya tidak dalam kondisi baik. Bidan jaga juga mengatakan akan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit. Apakah harus diinkubator atau tidak.
Anisa bertanya lagi kapan bayi bisa diberi ASI. Namun, Bidan jaga memberikan jawaban belum bisa. Karena masih belum bagus kondisi napasnya.
"Menurut bidan akan diobservasi setiap satu jam sekali. Nanti kalau udah bisa dikasih ASI akan diberitahukan kepada kakak saya. Semua bidan tidur. Empat jam berlalu, sekira pukul 03.15 WIB dini hari saya gedor pintu ruangan bidan. Saya tanyakan ke bidan bagaimana hasil observasi. Karena selama 4 jam anak saya tidak di kasih ASI dan tidak dicek setiap satu jam sekali sesuai pembicaraan awal dengan kakak saya," terangnya.
Jawaban si bidan belum ada respons dari pihak rumah sakit. Tetapi tidak lama kemudian si bidan langsung memberitahu bahwa batyi sudah bisa diberi ASI.
Selanjutnya, bidan membawa bayi tersebut ke ruang ibu untuk di susui. Tetapi yang saya sayangkan bidan tidak memastikan ASI-nya ada atau tidak. ASI-nya bisa masuk atau tidak ke anak saya. Si bidan malah melanjutkan tidurnya dan tidak memperdulikan keadaan anak dan istri saya. Akhirnya, kakak saya yang membantu istri saya menyusui," tukasnya.
Sekitar pukul 07.00 WIB bayi tersebut dimandikan oleh bidan dengan waktu yang sangat lama. Keluarga tidak tahu dimana bayi tersebut di mandikan.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id