- Pagi Ini Ipar Jokowi Anwar Usman Bacakan Putusan Batas Umur Capres Cawapres, PDIP Larang Simpatisan Demo
- Rizal Ramli Sentil MK: Mahkamah Keluarga Ingin Bangun Dinasti Kerajaan Jokowi, Memalukan!
Bahkan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan yang hadir Rakernas Projo menyebut untuk posisi cawapres yang akan mendampingi Prabowo, ada kemungkinan Gibran.
Indonesia Masuk Masa Suram
Jika memang sinyal tersebut benar dan Gibran mulus menjadi cawapres, Mantan Kepala Sekretariat Direktorat TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Jay Octa menilai, Indonesia masuk ke babak suram.
"Kalau sampai MK membuka pintu bagi Gibran untuk melenggang menjadi cawapres, dunia hukum kita sudah jungkir balik. Hukum yang mengabdi pada penguasa dan merusak tatanan demokrasi," katanya, Minggu, 15 Oktober 2023.
Karenanya, dia meminta hakim-hakim MK mendengar keresahan yang sekarang menggema di masyarakat, sebelum mengambil keputusan.
Terlebih, jika nanti Presiden Jokowi merestui Gibran mendampingi Prabowo dalam Pilpres 2024 mendatang.
BACA JUGA:
- Prof Henri Subiakto Sebut Jika MK Loloskan Gibran sebagai Cawapres, Maka Anies-Cak Imin Diuntungkan
- Nama Gibran Rakabuming Masuk Kandidat Cawapres Prabowo Subianto, Respon Airlangga Hartarto: Tunggu Putusan MK
"Apa yang disebut-sebut Jokowi akan membangun dinasti politik tidak bisa disanggah lagi. Yang membuat rakyat marah karena cara yang ditempuh adalah cara culas, curang, dengan mempermainkan hukum," ujar Jay.
Jay menyayangkan, Jokowi yang hampir sepuluh tahun bekerja sepenuh hati untuk kemajuan Indonesia harus akhiri masa jabatan dengan menyedihkan. Ia menegaskan, selama ini semua bangga dengan kinerja Presiden Jokowi.
Jay mengaku kecewa karena Presiden Jokowi belakangan berubah 180 derajat, terutama dalam demokratisasi. Ia merasa, dukungan yang selama ini diberikan kepada Presiden Jokowi telah dikhianati.
"Demi melanggengkan kekuasaan dia menggunakan cara melebihi cara-cara Orde Baru. Ini merusak semangat perjuangan reformasi," kata Jay.