Donald Trump Frustasi Berat! Pejabat Senior AS Gagal Sepakati Strategi Perang Iran

fin.co.id - 30/07/2026, 22:32 WIB

Donald Trump Frustasi Berat! Pejabat Senior AS Gagal Sepakati Strategi Perang Iran

Donald Trump frustrasi berat karena tim senior AS gagal sepakat soal strategi perang lawan Iran.

fin.co.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjukkan kekesalan mendalam terhadap jajaran pejabat senior dan sekutu dekatnya. Ketegangan internal ini memuncak karena tim keamanan nasional AS belum juga menemukan titik temu mengenai strategi dan tujuan akhir dalam menghadapi konflik militer melawan Iran.

Menurut laporan NBC News pada Rabu, 29 Juli 2026, situasi di dalam Istana Kepresidenan kian memanas. Trump bahkan dilaporkan "meledak" dan melontarkan kata-kata kasar di tengah jalannya rapat terbatas bersama para pejabat keamanan nasionalnya.

Dua sumber yang mengetahui langsung dinamika internal tersebut membeberkan reaksi keras sang presiden.

Kebingungan Strategis di Lingkaran Utama Trump

Akar utama dari frustrasi Trump yang terus meningkat ini adalah ketiadaan visi yang seragam di antara para pembantunya. Tim senior dan sekutunya terus berselisih paham mengenai prioritas sasaran perang, apakah fokus utama harus tertuju pada skema penanganan ancaman nuklir, pengamanan jalur vital Selat Hormuz, atau pelumpuhan program rudal dan drone milik Iran.

Seorang sekutu dekat Trump membeberkan kondisi psikologis sang presiden di tengah situasi yang tak pasti ini.

"Presiden sangat kesal. Saya rasa dia tidak percaya akan sesulit ini untuk membuat Iran menyetujui kesepakatan," ungkap sekutu Trump tersebut.

Ia juga menambahkan bahwa saat ini pemerintah tidak memiliki pegangan langkah yang solid.

"Tidak ada strategi nyata tentang berapa lama atau apa yang harus mereka lakukan untuk mencapai titik akhir," lanjut sumber tersebut.

Dari Negosiasi Menjadi Eskalasi Militer Terbuka

Konflik bersenjata melawan Iran ini sebenarnya telah pecah sejak 28 Februari lalu. Saat itu, Amerika Serikat bersama Israel meluncurkan serangan udara ke wilayah Iran. Teheran tidak tinggal diam dan langsung membalas dengan menghantam posisi Israel serta sejumlah negara Teluk.

Lonjakan tensi perang AS melawan Iran yang kini memasuki bulan kelima terasa amat mendadak. Pasalnya, sebelum eskalasi militer meluas, Trump bersikeras ingin menyelesaikan friksi diplomatik ini melalui jalur negosiasi.

Namun, arah angin berubah usai serangan rudal Iran menerjang pangkalan militer AS di Yordania. Mengutip laporan Fox News pada hari Rabu, Trump menegaskan bahwa militer AS akan melancarkan aksi balasan yang jauh lebih menghancurkan.

"Kita akan menyerang mereka dengan keras. Mereka akan dihajar habis-habisan," tegas Trump.

Koresponden Fox News juga menambahkan bahwa presiden AS menyisipkan kata-kata kasar untuk menekankan intensitas serangan balasan tersebut:

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID