Satu orang dikabarkan meninggal dunia terkena tembakan, sedangkan satu orang lainnya dirujuk RS Bhayangkara di Kota Palangka Raya.
"Ternyata warga ditembaki. Belum ada informasi lanjutan mengenai apa yang menjadi pemicunya. Tiga warga tertembak dan satu diantaranya meninggal dunia terkena peluru asli," tulis @Walhinasional di media sosial X.
WALHI mengecam tindakan aparat terhadap warganya. WALHI mengatakan perusahaan tidak memiliki hak atas lahan yang berada di luar HGU (Hak Guna Usaha).
"Diperlukan tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan kemanusiaan, termasuk pengadilan anggota kepolisian yang terlibat," kecam WALHI
WALHI juga mendesak pemerintah di semua tingkatan untuk bekerja cepat menyelesaikan konflik agraria dengan mengakui dan melindungi Wilayah Kelola Rakyat.
"Kejadian penembakan adalah hasil dari ketidakpedulian pemerintah terhadap tuntutan masyarakat atas pencaplokan tanah oleh perusahaan," katanya.
BACA JUGA:
- Bentrok Pulau Rempang Aparat vs Warga, Polisi Tangkap 8 Orang
- Seorang Kakek Ditangkap Polisi Usai Sebar Hoaks 'Pendemo Ditusuk Aparat'
Polisi Minta Masyarakat Tidak Terprovokasi
Kepala Bidang Humas Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) Kombes Pol Erlan Munaji mengimbau masyarakat di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan menjaga kondusivitas daerah dan tidak terprovokasi.
Saat ini solusi terbaik sedang diupayakan pemerintah daerah terkait tuntutan plasma kebun sawit terhadap PT Hamparan Masawit Bangun Persada (HMBP).
"Kami berharap masyarakat jangan sampai ada yang mudah terprovokasi inissedang berlanjut mediasi oleh Bapak Gubernur yang diharapkan ada kesepakatan lebih lanjut berkaitan dengan tuntutan masyarakat untuk bisa tercapai dan bisa terpenuhi. Kami sedang berupaya. Jadi mohon bersabar," katanya di Sampit, Minggu 8 Oktober 2023.
Pada Minggu kemarin digelar pertemuan di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur membahas insiden bentrok sekelompok warga dengan aparat di areal perkebunan PT HMBP.
Pertemuan tertutup bagi insan pers itu dipimpin Gubernur Sugianto Sabran. Hadir Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Provinsi Kalimantan, Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor, Penjabat Bupati Seruyan Djainuddin Noor dan lainnya.