"MLFF yang ada di Hungaria itu sukses untuk ekosistem yang ada disana, tapi di Indonesia yang sukses di hungaria belum tentu bisa diterapkan di Indonesia. Misalnya di hungaria itu jalan tol nya di bawah kontrol penuh pemerintah, pengembalian investasinya dengan availability payment. Sementara di kita, jalan tol nya itu investasi swasta, yang punya perhitungan perdata yang sangat ketat dengan kreditur, dan tidak mudah diputus dengan satu ketentuan dan regulasi. Sistem ini harusnya bisa menjawab tantangan-tantangan ini, yang bisa mengikuti ekosistem dan dengan begitu regulasinya pun bisa diterima oleh seluruh stakeholder," pungkasnya.
Bantahan Manajemen RITS yang Baru
Melalui keterangan tertulisnya, Direktur RITS yang baru, Gyula Orosz memastikan bahwa proyek MLFF yang merupakan kerjasama Indonesia-Hungaria tetap berlanjut meski terjadi penundaan pelaksanaan uji coba.
BACA JUGA:
- Astra Infra Rogoh Anggaran Rp800 Miliar Untuk Tambah Lajur Tol Cipali
- Cisumdawu Tersambung Dengan Cipali, Astra Infra Siapkan Simpul Pertemuan Dua Titik Ruas Tol
Menurutnya, penundaan pelaksanaan uji coba dilakukan karena hal itu membutuhkan persiapan yang harus dilakukan dengan baik.
“MLFF adalah adalah sistem yang sangat kompleks di mana semua kaki harus dipersiapkan dengan baik, yakni Pertama sistem itu sendiri; Kedua, latar belakang legislatif; dan ketiga kerja sama dengan pemangku kepentingan terkait lainnya, terutama kepolisian dan operator jalan tol," ungkapnya.
“Teknologi MLFF sendiri ini telah diadaptasi untuk lingkungan Indonesia, dan memperhitungkan keadaan lokal. PT RITS telah bekerja sama erat dengan pihak berwenang Indonesia dan kontraktor Indonesia untuk menyelesaikan proyek sesuai dengan kontrak yang telah disepakati,” pungkas Gyula.
Menteri PUPR Buka Suara
Terkait dengan adanya penundaan uji coba MLFF di Tol Bali Mandara tersebut, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono sudah buka suara.
BACA JUGA:
- Cetak Laba Rp497,6 Miliar, Kinerja Jasa Marga Kuartal I-2023 Positif
- Viral Video Puluhan Truk kena Ranjau Paku di Tol Japek, Jasa Marga Beri Klarifikasi Begini
Ditemui usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPR, Rabu 7 Juni 2023 lalu, Pak Bas, demikian ia biasa disapa, mengungkapkan bahwa proyek MLFF tetap dilanjutkan.
Ia mengakui, terdapat hal yang harus disempurnakan pada sistem MLFF yang dibawa oleh kontraktor, namun menurutnya pihak BPJT juga sudah memberikan arahan untuk melakukan perbaikan.
"Targetnya Juni ini kalau masih bisa dikaji lagi, kita teruskan saja," kata Basuki.