4. Investasi Emas
Investasi emas adalah salah satu instrumen investasi favorit semua kalangan dan lintas generasi. Mulai dari anak muda, orang tua, ibu rumah tangga sampai pejabat dan pengusaha.
Dari dulu emas menjadi aset kekayaan favorit masyarakat. Selain dianggap paling aman, nilai emas cenderung stabil, bahkan relatif naik setiap tahun. Apalagi variasi emas cukup beragam, bisa disimpan dalam bentuk emas batangan atau perhiasan.
Investasi emas dikenal sebagai investasi safe haven, kebal terhadap inflasi dan krisis. Meski begitu, tetap ada risiko investasi emas, seperti penurunan harga walaupun tidak sejatuh saham dan disertai potensi rebound yang tinggi.
Modal yang diperlukan untuk investasi emas juga relatif murah dengan return yang mencapai 10-12 persen per tahunnya. Belum lagi emas bisa dijual sewaktu-waktu, jadi tak akan kebingungan saat sedang membutuhkan.
BACA JUGA:
- Telisik Saham Lo Kheng Hong, Apa Saja yang Buat Warren Buffett-nya Indonesia Cuan?
- Hasil RUPST! Jasa Marga Sebar Dividen Rp549,38 Miliar
5. Investasi Properti
Produk investasi yang tak pernah sepi peminat adalah properti. Pasalnya, tiap tahun harganya selalu mengalami kenaikan. Apalagi kebutuhan akan properti juga selalu meningkat.
Untuk memulai investasi diperlukan modal yang cukup besar, mulai dari puluhan juta hingga miliaran rupiah. Namun, hal ini sebanding dengan harga jual properti kedepannya. Belum lagi jika properti yang dimiliki bisa disewakan, sehingga tetap menghasilkan keuntungan yang menggiurkan.
Risiko yang ditimbulkan dari produk investasi ini juga terbilang cukup kecil. Asal teliti dan bijak dalam memilih partner kerja sama, kamu akan terhindar dari berbagai kemungkinan kerugian seperti penipuan, pemalsuan surat atau sertifikat, atau bahkan developer bodong.
6. Investasi Peer to Peer Lending (P2P)
Investasi peer to peer lending adalah investasi pada perusahaan pinjaman online. Produk investasi ini belum terlalu banyak dikenal, yaitu fintech peer to peer lending (P2P Lending).
Alternatif investasi ini merupakan platform yang menyediakan fasilitas bagi pemilik dana (investor) untuk dapat meminjamkan dananya kepada debitur/borrower secara online. Jadi, peminjam tak perlu repot-repot datang ke bank konvensional.
Sederhananya, kamu menjadi pendana atau lender, di mana modal yang kamu tanam akan diputar perusahaan peer to peer lending untuk memberikan pinjaman kepada borrower.