1. Investasi Deposito
Investasi deposito adalah instrumen investasi risiko rendah dari perbankan. Karena risikonya hanya berupa penurunan suku bunga akibat kebijakan Bank Indonesia (BI) dan perbankan.
Deposito merupakan produk investasi paling awam yang diketahui oleh banyak masyarakat. Bisa dikatakan bahwa ini merupakan produk investasi paling aman. Pasalnya, uang yang disimpan di deposito sudah dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Umumnya deposito memiliki suku bunga yang lebih tinggi dibandingkan dengan tabungan. Besaran suku bunganya pun bervariasi, bergantung pada tenor dan nilai deposito. Biasanya, nilai suku bunga deposito berkisar antara 4–7 persen.
Untuk dana minimal deposito berkisar mulai dari Rp1 juta sampai dengan Rp10 Juta. Sedangkan untuk tenor deposito umumnya berkisar antara 1–24 bulan. Dana yang sudah disetorkan di deposito tidak bisa ditarik sewaktu-waktu, melainkan harus menunggu jatuh tempo yang telah disepakati bersama mulai dari 1, 3, 6, 12, atau 24 bulan.
2. Investasi Tabungan Berjangka
Investasi melalui tabungan berjangka tidak jauh berbeda dengan tabungan pada umumnya. Yang membedakan adalah tabungan berjangka memiliki tenor penarikan. Jadi, dana yang sudah dimasukkan dalam tabungan berjangka tidak bisa ditarik sewaktu-waktu.
Sama halnya dengan deposito, tabungan berjangka juga dijamin oleh LPS. Risiko yang ditimbulkannya pun terbilang kecil. Walaupun return atau suku bunga yang ditawarkan tak terlalu besar, tapi produk investasi ini bisa dijadikan opsi untuk disiplin menyisihkan uang.
Karena dana tidak bisa diambil kapan saja, tabungan berjangka cocok buat kamu yang mempunyai rencana dalam jangka panjang, seperti dana pensiun, membeli rumah, membeli kendaran bermotor, dan lain sebagainya.
3. Investasi Reksa Dana
Investasi reksa dana adalah instrumen investasi risiko rendah selanjutnya yang sangat pas untuk pemula.Pasalnya, reksa dana dianggap memiliki risiko lebih rendah dan memberikan keuntungan yang pasti walaupun return yang ditawarkan tidak terlalu besar.
Terlebih modal awal untuk memulai investasi reksa dana pun bisa dibilang murah. Dengan modal Rp10 ribu saja kamu sudah bisa membeli produk reksa dana. Selain itu, reksa dana juga bebas pajak penghasilan (PPh).
Dari beberapa jenis reksa dana, yang paling minim risiko adalah investasi reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap. Akan tetapi memiliki hasil imbal yang terbilang cukup rendah bila dalam jangka pendek.
Beberapa diantaranya dapat memberikan return yang tinggi dalam jangka pendek, namun diikuti risiko yang cukup besar.
Akan tetapi, rutinitas reksa dana juga dapat bekerja seperti tabungan. Sederhananya, bila rutin menaruh uang (menabung) di reksa dana setiap bulan, maka return investasi yang diberikan juga akan maksimal. Itulah mengapa investasi reksa dana seringkali dilakukan dalam jangka panjang.