Belum lagi dengan para pedagang yang terlihat tak sibuk, alias duduk-duduk saja.
Ada juga yang berusaha menyibukan diri dengan melipat atau memindahkan pakaian.
Tak terlihat pedagang yang bertopang dagu.
BACA JUGA:Ini Alasan Tanah Sitaan Satgas BLBI di Puncak Diusulkan jadi Tempat Pemakaman Umum
Namun, tetap saja masih sepi pembeli.
Sepinya Pasar Tanah Abang berdampak buruk bagi pedagang.
Mereka hanya bisa berharap kondisi ekonomi secepatnya normal.
Sehingga kunjungan masyarakat mengalami peningkatan.
Akan tetapi, tidak sedikit dari kalangan pedagang yang menggunakan strategi berjualan online.
Bila kios-kios berharap dihampiri pembeli, berjualan online justru langsung menyasar ke ponsel.
"Begini cara kita mengakali kondisi sepi pengunjung, langsung kita tawarkan ke gadget calon pembeli," tutur Gito, pedagang yang biasa berjualan pakaian wanita di Thamrin City, Jakarta Pusat.