Hasan Nasbi Buka Suara soal 'Londo Ireng'

fin.co.id - 01/08/2026, 15:14 WIB

Hasan Nasbi Buka Suara soal 'Londo Ireng'

Hasan Hasbi minta maaf kepada Presiden Prabowo Subianto selama menjadi Kepala PCO kinerjanya kurang maksimal.

fin.co.id - Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi meluruskan maksud pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pemerintah juga berhak memberikan kritik kepada pihak yang kerap mengkritik pemerintah.

Menurut Hasan, istilah "londo ireng" yang sempat ia gunakan bukan ditujukan kepada masyarakat secara luas. Sebutan tersebut, kata dia, hanya mengarah kepada kelompok tertentu yang dinilai lebih sering memunculkan kegaduhan dibandingkan membangun semangat positif.

Hasan menegaskan bahwa kritik pemerintah tidak ditujukan kepada seluruh rakyat Indonesia. Sasaran kritik tersebut adalah pihak-pihak yang dinilai terus menyebarkan pandangan pesimistis terhadap kondisi bangsa.

"Mengkritik londo ireng boleh dong. Kan enggak ditunjukkan ke rakyat secara umum. Itu kan ke kelompok-kelompok kritis yang kita duga sebagai londo ireng. Bukan untuk masyarakat secara umum," kata Hasan kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip, Sabtu 1 Agustus 2026.

Menjawab pertanyaan mengenai keberadaan kelompok yang disebut sebagai "londo ireng", Hasan menjelaskan bahwa istilah itu hanyalah sebuah ungkapan untuk menggambarkan sebagian orang yang menurutnya lebih senang memicu kegaduhan daripada menumbuhkan optimisme.

"Itu kan istilah saja untuk sebagian orang yang ya sepertinya kok lebih suka gaduh. Sepertinya kok lebih suka pesimis melihat kehidupan bangsa kita," ujarnya.

Hasan juga mengungkapkan bahwa sebagian dari kelompok yang dimaksud memiliki profesi yang sama dengan pemerintah dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Meski demikian, ia menilai situasi saat ini lebih membutuhkan semangat kebersamaan daripada memperbesar perbedaan.

"Jadi buat kita ini sebagai peringatan saja bahwa harusnya kan kita bersama-sama bersatu. Tidak memperbanyak kegaduhan, tapi justru memperbanyak kekompakan," ujarnya.

Di akhir keterangannya, Hasan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menumbuhkan keyakinan dan optimisme dalam menghadapi masa depan Indonesia.

"Kita harus memperbanyak optimisme, mengurangi pesimisme, memperbanyak kepercayaan diri terhadap bangsa kita dan menghilangkan rasa-rasa pesimis lah. Sehingga kita bisa maju lebih cepat," tutur Hasan.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID