Menurut Lasarus, pemerintahan melakukan pembangunan itu berkesinambungan. Pembangunan Infrastruktur yang diteruksan pemerintah berikutnya, itu hal biasa.
(BACA JUGA:Anies dan AHY Bersama Surya Paloh Duduk di Satu Meja, Bahas Apa? )
(BACA JUGA:Anies Ungkap Isi Obrolan Saat Bertemu JK, AHY dan Surya Paloh)
Oleh sebab itu, Lasarus heran, dengan pernyataan AHY yang menilai, pemerintah Jokowi haris berterimakasih kepada era SBY.
Dia kemudian menyinggung jembatan Suramadu yang dibangun di era Megawati dan diresmikan oleh SBY.
"Jembatan Suramadu, itu digagas Pak Soeharto. Yang bangun Ibu Megawati, dan yang meresmikan adalah SBY. PDIP nggak ribut tuh SBY tinggal gunting pita saja," ucap Lasarus Ketua Komisi V DPR RI
Ia menambahkan, sudah sewajarnya jika program atau kebijakan yang bagus diteruskan.
"Kalau memang programnya bagus ya pasti dilanjutkan. Proyek Hambalang sampai sekarang masih terbengkalai karena memang bermasalah," ucapnya.
Lasarus kemudian membandingkan pembangunan era SBY dan Jokowi berdasarkan data. Untuk jalan tol, Presiden Keenam RI SBY berhasil membangun tol sepanjang 189,2 km sepanjang waktu 10 tahun.
(BACA JUGA:Soal Infrastruktur di Era SBY, Pengamat: Era Jokowi Jauh Lebih Baik)
(BACA JUGA:Demokrat Somasi Kamaruddin Simanjuntak Terkait Ucapan 'Disembah SBY')
Presiden Ketujuh RI Joko Widodo, dalam 8 tahun kepemimpinan-nya, berhasil membangun jalan tol sepanjang 1.762,3 km. Bahkan, Jokowi masih menargetkan untuk menyelesaikan pembangunan 750 km jalan tol pada dua terakhir pemerintahannya, yakni 2023 dan 2024.
Selain jalan tol, Jokowi berhasil menyelesaikan seluruh bendungan yang konstruksinya dimulai di era SBY, tepatnya 18 bendungan. Jokowi juga diketahui membangun 12 bendungan sehingga total ada 30 bendungan yang selesai dibangun sejak Jokowi menjabat.
Lasarus juga mengatakan, ada 29 bandara yang dibangun di masa pemerintahan Jokowi. Presiden Jokowi pun masih menargetkan 9 konstruksi bandara lagi yang akan selesai pada 2023, sebelum periode kepemimpinan berakhir. Baik bandara baru maupun revitalisasi.
"Kita ketahui saat ini pembangunan di desa sangat pesat. Dari ujung barat sampai timur, tanah Papua. Semua merata," papar Lasarus.