fin.co.id - Jalur penyelundupan barang haram di Pelabuhan Merak berhasil dibobol. Sepanjang semester pertama tahun 2026, Kantor Bea Cukai Merak sukses menggagalkan peredaran masif sebanyak 36,9 juta batang rokok ilegal tanpa pita cukai.
Langkah tegas ini diperkirakan berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara mencapai angka fantastis, yakni Rp36 miliar, dari total nilai barang bukti yang menyentuh Rp55 miliar.
Kepala Bea Cukai Merak, Dwiyono Widodo mengatakan, penindakan intensif terus dilakukan mengingat Pelabuhan Merak kerap dijadikan titik krusial penyeberangan rokok ilegal menuju daerah lain.
“Penindakan ini kita sudah menindak antara 25-30 juta batang rokok ilegal, Kita juga sekarang sedang menyidik dua perkara, kita sidik dan sedang jalan semua dengan Korwas Polri,” katanya.
Modus Truk Muatan Besar: Pengecer Kecil Cuma Sisa-Sisa
Dwiyono mengungkapkan bahwa mayoritas barang bukti raksasa tersebut dicegat saat hendak menyeberang menggunakan armada kendaraan besar. Meski pihaknya rutin melancarkan operasi pasar ke warung-warung pengecer, temuan di tingkat bawah relatif sangat kecil jika dibandingkan dengan jalur distribusi utama.
“Modusnya itu langsung pakai truk, kita juga ada operasi pasar di beberapa wilayah tapi itu sangat sedikit Kita dapat paling beberapa slov kalo warung warung kecil itu, sangat sedikit, kebanyakan yang mau nyebrang,” ujarnya.
Terapkan Sistem Putus, Penyidik Kejar Bos Besar
Salah satu kendala utama dalam membongkar jaringan ini adalah ditemukannya metode jaringan terputus yang dimanfaatkan oleh para pelaku. Sopir armada yang diamankan di lapangan kerap dijadikan "tameng" dan tidak mengetahui identitas pasti pemilik asli barang tersebut.
Meski begitu, pihak Bea Cukai Merak tidak tinggal diam dan terus melacak keberadaan dalang utama di balik aksi penyelundupan ini.
Baca Juga
“Karena yang kita amankan kebanyakan itu supir, jadi putus, istilahnya nya untuk sampai ke pemiliknya mereka juga tidak tahu. Tapi ketika begitu kita dapat siapa pemiliknya, itu yang kita sidik,” paparnya.
Demi memastikan celah penyelundupan tertutup rapat, operasi pengawasan berkala dipastikan akan terus digencarkan secara konsisten.
“Kita lakukan rutin, setiap bulan dilakukan,” pungkasnya.
A Ferri Setiawan/BantenTV