22, October, 2021

Tulis Surat Terbuka ke Jokowi, Ketum KNPI: Kenapa Munafik dan Penjilat Muncul Berserakan di NKRI?

JAKARTA- Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat, Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI), Haris Pertama ikut merespon penangkapana para mahasiswa yang membentangkan poster kepada Presiden Jokowi saat melakukan kunjungan di Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, Senin (13/9).

Haris berharap agar Jokowi bisa menjaga kebebasan berdemokrasi di Indonesia.

“Saya sebagai salahsatu generasi penerus di bangsa ini memohon kepada Bapak Presiden Jokowi agar tetap menjaga Kebebasan berdemokrasi di NKRI,”ujar Haris Pertama lewat surat terbukanya yang ditulis di akun Twitter miliknya, dikutp Selasa (14/9/2021).

Haris juga meminta Presiden Jokowi agar membebaskan para mahasiswa yang ditangkap tersebut.

“Meminta dan memohon kepada Bapak Presiden Jokowi agar membebaskan Mahasiswa pembawa Poster untuk segera dibebaskan,” ujarnya.

Dia memohon agar Jokowi menangggapi kritik dari masyarakat dan mahasiswa tidak dengan penangkapan yang dilakukan oleh Polisi.

“Meminta dan memohon kepada Bapak Presiden Jokowi agar Kritikan-kritikan dari Mahasiswa dan Pemuda Indonesia jangan selalu di akhiri dengan Penangkapan-penangkapan oleh Aparatur Penegak Hukum,” tuturnya.

“Meminta dan memohon kepada Bapak Presiden Jokowi untuk membuka ruang dialog bagi para pengkritik khususnya yang dilakukan oleh Mahasiswa dan Pemuda Indonesia,” sambungnya.

Dia juga bergarap agar Presiden Jokowi meninggalkan legacy yang baik di periode terakhir kepemimpinannya.

“Agar tidak ada luka atau dendam yang muncul terhadap sesama anak bangsa ini,” tuturnya.

Di cuitan lain, Haris heran dengan munculnya orang-orang yang dia anggap sebagai munafik dan penjilat penguasa. Dia khawatir, kehadiran mereka menjadikan Indonesia jadi pecah belah.

“Kenapa saat ini penjilat dan orang munafi muncul berserakan di NKRI dan dekat dengan Kekuasaan? Apakah ini pertanda Indonesia akan terpecah belah di masa depan. Bangkitlah Pemuda Indonesia, kobarkan perlawanan terhadap para penjilat dan orang munafik,” cetus Haris Pertama.

Para mahasiswa ditangkap pihak kepolisian saat membentangkan poster kritikan kepada Presiden Jokowi ketika melakukan kunjungan ke Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, Senin (13/9).

Mereka diciduk aparat kepolisian setelah membentangkan poster kritik di pinggir jalan yang dilalui Jokowi di Jalan Ir Sutami, Solo. Poster dibentangkan di beberapa titik di sepanjang jalan menuju pintu masuk utama UNS itu.

Poster tersebut di antaranya berbunyi “Pak tolong benahi KPK” dan “Tuntaskan pelanggaran HAM di masa lalu”. Beberapa menit setelah Jokowi melintas, sejumlah petugas tak berseragam tiba-tiba menangkap mahasiswa tersebut.

Beberapa waktu lalu, seorang peternak ayam juga diamankan oleh Polisi lantaran mengangkat spanduk yang berisikan minta tolong kepada Presiden Jokowi saat berkunjung ke Kota Cirebon.

“Pak Jokowi Bantu Peternak Beli Jagung dengan Harga Wajar.” Demikian tulisan spanduk yang diangkat oleh peternak tersebut.

Setelah rombongan Jokowi telah berlalu, spanduk itu langsung dirampas polisi dan pria itu dibawa ke kantor polisi. (dal/fin)

Rekomendasi Berita Terbaru

Populer