Penculik Tiga Anak di Tanah Kusir Ternyata Mantan Napi Terorisme, yang Diculik 10 Orang Salah Satunya Fahri

Penculik Tiga Anak di Tanah Kusir Ternyata Mantan Napi Terorisme, yang Diculik 10 Orang Salah Satunya Fahri

Ilustrasi penculikan anak.--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Polisi berhasil menangkap pelaku penculikan tiga orang anak di kawasan Tanah Kusir dengan modus berpura-pura sebagai Polisi dan menangkap anak-anak itu lantaran tidak memakai masker. 

Pelaku berinisial ARA tersebut ternyata seorang mantan narapidana (Napi) kasus terorisme, dan pernah ditahan di LP Gunung Sindur serta pernah mengikuti pelatihan terorisme di Poso selama 7 bulan.

(BACA JUGA:Tiga Anak di Tanah Kusir Bermain Tidak Pakai Masker, Ditegur Lalu Diajak Naik Motor, Ternyata Dibawa Penculik)

Saat diperiksa polisi, ternyata terungkap bahwa total korban yang diculik pelaku adalah 10 anak.

Korban penculikan berasal dari Jaksel, Jakpus dan Tangsel, usianya berkisar antara 10-14 tahun. Polisi mengaku masih mendalami hal itu. 

(BACA JUGA:Pilih MPV FWD Atau RWD, Semua Ada Plus Minusnya Lho)

"Penangkapan yang dilakukan terhadap seseorang yang diduga melakukan perbuatan pidana sebagaimana diatur didalam Pasal 330 Pidana dengan ancaman 7 tahun penjara. Adapun awal mula kejadian, dari kejadian tersebut dimana pelaku melakukan penculikan terhadap beberapa orang anak yang terjadi di wilayah Kabupaten Bogor, kemudian di Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Tangerang Selatan," ujar Kapolres Bogor, AKBP Iman Imanuddin, Kamis 12 Mei 2022. 

Iman menjelaskan, saat ini dari tim Satreskrim Polres Bogor bersama-sama dibantu Intel Brimob Kedunghalang, telah melakukan penangkapan terhadap seseorang berinisial ARA. 

(BACA JUGA:Gus Miftah: Kalau Maksud Deddy Corbuzier Mengkampanyekan LGBT, Saya Akan Melawan Pertama Kali!)

"Dari yang bersangkutan kami Alhamdulillah berhasil menyelamatkan 10 orang anak yang saat kami melakukan pengembangan, 10 orang anak tersebut sedang berada di satu tempat di wilayah Senayan, Jakarta," ungkapnya. 

Iman memastikan pihaknya masih terus melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut, dan mencari tahu kemungkinan adanya tambahan korban lainnya. 

(BACA JUGA:Yamaha Fazzio vs Honda Scoopy, Mana Lebih Unggul?)

"Terhadap yang bersangkutan kami sedang melakukan pendalaman, karena berdasarkan daripada pengakuan tersangka, tersangka sudah tiga kali pernah menjalani hukuman pidana. Dua kalinya menjalani hukuman pidana mengenai kasus terorisme, dan yang bersangkutan juga pernah mengikuti pelatihan di Poso selama 7 bulan. Kami akan berkerjasama dengan Densus 88 untuk melakukan pendalaman dan pengembangan terhadap permasalahan ini," tegasnya. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pelaku ditangkap di kawasan Senayan, Jakarta. Saat ini pelaku sedang dibawa ke Polres Bogor dengan pengawalan polisi.

Sumber: