Perdagangan Internasional Mulai Pulih, Sektor Pelayaran Optimis Tahun 2022 Kinerja Membaik

Perdagangan Internasional Mulai Pulih, Sektor Pelayaran Optimis Tahun 2022 Kinerja Membaik

    JAKARTA - Kendati masih diliputi ketidakpastian akibat hantaman pandemi Covid-19, para pelaku industri di sektor pelayaran mengaku optimis menyongsong tahun 2022. Optimisme itu salah satunya didasari oleh angka perdagangan internasional yang jumlahnya sudah mulai meningkat, dibanding masa-masa awal pandemi terjadi. Ketua Umum DPP Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Carmelita Hartoto mengatakan, meski kondisi saat ini juga masih dibayangi ketidakpastian akibat varian omicron, namun penanganan covid-19 yang dilakukan pemerintah terbukti berhasil menekan laju penularan. Hal ini kemudian menghidupkan kembali optimisme kebangkitan sektor industri pelayaran dan maritim. "Selama penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional berjalan sesuai harapan, kita yakin pelayaran nasional mungkin akan lebih baik di tahun depan,” ujar Carmelita dalam diskusi virtual, Selasa  (28/12/2021). Ia bercerita, hantaman pandemi telah meruntuhkan kinerja pelayaran hingga minus 21 persen, meliputi penurunan arus kapal 3 persen,  arus barang 14 persen, penurunan arus petikemas 11 persen dan penurunan yang paling dalam terjadi pada arus penumpang sebesar 57 persen. Penurunan arus barang terjadi pada awal-awal pandemi saat banyak industri manufaktur menghentikan produksinya. Kondisi ini memang sangat menyakitkan, bagi para pelaku usaha . Namun demikian, ada suatu keadaan yang membuat Carmelita dan insan sektor pelayaran menjadi khawatir, yaitu kegiatan ekspor-impor komoditi dengan petikemas akibat  kondisi kelangkaan kontainer. “Kami prihatin dengan yang dialami oleh para eksportir kita yang mengalami kelangkaan peti kemas, serta meningkatnya freight internasional sebagai akibat bola salju pandemi yang memaksa terjadinya lockdown di berbagai negara, blank sailing dan kongesti di banyak pelabuhan dunia,” ungkapnya. BACA JUGA: Bulog Serap 1,2 Juta Ton Beras Petani di 2021 Realisasi Belanja Negara Capai Rp2.587 Triliun Jelang Akhir Tahun, Realisasi Program PEN Baru 71,88 Persen INSA terus berkoordinasi bersama pemerintah termasuk dengan MLO untuk mencarikan solusi terbaik bagi eksportir nasional dalam upaya menjadikan Indonesia negara pengekspor yang besar. Sejauh ini armada pelayaran nasional anggota INSA berupaya terus melakukan  repositioning kontainer eks impor milik MLO yang beredar di berbagai pelabuhan Indonesia dengan mekanisme free use untuk mencukupi ketersediaan petikemas ekspor. Pada sektor angkutan non petikemas seperti tug and barges mungkin sedikit lebih baik, seiring dengan kenaikan harga batu bara dan CPO dunia di tahun ini. Para pelaku usaha pelayaran nasional juga akan memastikan ketersediaan angkutan kapal merah putihnya jenis tongkang dan tunda serta curah atau bulk, sehingga tidak perlu mendatangkan kapal bendera asing untuk mendukung kegiatan angkutan batu bara, baik yang diperuntukkan untuk konsumsi domestik maupun ekspor. Sedangkan pada sektor angkutan offshore dan migas, meski sempat mengalami tekanan karena penurunan harga minyak dunia pada awal pandemi, namun kini perlahan mulai membaik seiring dengan peningkatan aktivitas ekonomi yang mendorong permintaan BBM. Sementara pelayaran Roro/penumpang merupakan sektor yang paling berat menghadapi situasi pandemi ini. Pembatasan perjalanan orang membuat sektor ini harus mengalami penurunan kinerja sangat dalam. (git/fin)

Sumber: