Merdeka Belajar Siap Jalin Kerja Sama dengan Negara Luar

Merdeka Belajar Siap Jalin Kerja Sama dengan Negara Luar

JAKARTA - Melalui konsep pendidikan 'Merdeka Belajar' akan membuka luas peluang antara pendidikan di Indonesia bekerjasama dengan luar negeri. Hal ini akan melahirkan generasi masa depan yang berdaya saing. "Dengan konsep itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim membuka peluang kerjasama pendidikan dengan negara sahabat," kata Pelaksana Tugas Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Kemendikbud A Erlangga M dalam keterangannya, kemarin (7/3). Lebih jauh dia menjelaskan, konsep Merdeka Belajar itu untuk menjawab tantangan dunia yang lebih mengedepankan kreativitas, rasa ingin tahu, tahan banting, empati, berpikir kritis, kemampuan menyelesaikan masalah, percaya diri, kerja sama, serta jiwa pembelajar. Lanjut dia, dituntut kreativitas untuk bisa beradaptasi, sehingga Sumbe Daya Manusia (SDM) yang diciptakan terus belajar dari hari ke hari dengan menumbuhkan pola pikir pada siswa.

BACA JUGA: 25 Provinsi Dalam Bahaya

Mengutip Mendikbud, Erlangga mengatakan, pendidikan di Indonesia memiliki konsep Merdeka Belajar untuk menjawab tantangan dunia yang lebih mengedepankan kreativitas. Perbaikan arah kebijakan pendidikan agar proses pembelajaran tidak hanya fokus pada pencapaian nilai akademik namun juga bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi para siswa dan guru. Selain itu, guru juga diajak untuk terlibat lebih banyak sebagai fasilitator dalam pembelajaran. Dengan begitu, kompetensi guru harus ditingkatkan secara berkala melalui banyak pelatihan praktik dan evaluasinya dilakukan secara holistik. Alhasil, dengan kebijakan tersebut diharapkan dapat diimplementasikan dengan baik melalui kemitraan dengan pihak dari dalam maupun luar negeri, sehingga cita-cita Jokowi mencetak SMD unggul dapat tercapai dalam beberapa tahun ke depan. Seperti diketahui, Merdeka Belajar merupakan salah satu program inisiatif Nadiem Makarim. Mendikbud Nadiem ingin menciptakan suasana belajar yang bahagia. "Jadi ini yang menjadi sangat penting, sangat concern karena Pak Nadiem atau kita dari Kemendikbud ingin menciptakan suasana belajar di sekolah adalah suasana yang happy. Makanya tag-nya merdeka belajar," kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud Ade Erlangga. Di sisi lain, tujuan Merdeka Belajar adalah agar para guru, siswa, serta orang tua bisa mendapat suasana yang bahagia. Program Merdeka Belajar, kata dia, ini dilahirkan dari banyaknya keluhan di sistem pendidikan. Salah satunya keluhan soal banyaknya siswa yang dipatok oleh nilai-nilai tertentu. "Iyalah kalau ciptakan namanya merdeka belajar, banyak sekali orang komplain, komplain terhadap suasana pendidikan yang sekarang. Misalnya anak dipaksa mencapai skor-skor tertentu," kata Ade. Selain itu, sistem Ujian Nasional (UN) membuat siswa, guru, dan orang tua tidak diuntungkan. Namun lebih menguntungkan kelompok-kelompok bimbingan belajar.(din/fin)

Sumber: