Tiga Bulan, Dua Nyawa Melayang Akibat DBD

Tiga Bulan, Dua Nyawa Melayang Akibat DBD

PURWOKERTO - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas Sadiyanto meminta agar selain waspada Covid-19, masyarakat juga waspada Demam Berdarah (DB). Pencegahan DB dapat dilakukan dengan cara Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). "Kasus ada 99 yang terdata di kami. Itu data sampai sekitar minggu kemarin," katanya. Sadiyanto melanjutkan, DB bahkan telah memakan korban jiwa. Ini menjadi sinyal, bahwa masyarakat mesti waspada dan benar-benar ikut berpartisipasi aktif dalam pencegahan DB. "Tercatat di kami yang meninggal dua, ada tambahan informasi satu di Rawalo. Tapi masih kita kaji apakah itu DB atau bukan," paparnya. PSN dikatakan Sadiyanto adalah cara paling efektif dalam pencegahan DB. Kendati demikian selama ini dia melihat greget dari masyarakat untuk melakukan PSN masih kurang. "Partisipasi masyarakat masih belum maksimal dalam PSN. Semangat PSN, PSN satu satunya cara yang efektif mencegah DB," ucapnya. Sedangkan untuk fogging menurutnya kurang efektif menangkal DB. Dia menjelaskan, fogging tidak membunuh jentik nyamuk. "Kalau kita fogging ada jentik nyamuk dalam air tidak mati jentiknya. Tiga hari kemudian muncullah nyamuk fogging hanya efektif tiga hari," ucapnya. Pihaknya juga telah meminta kepada kecamatan dan juga petugas puskesmas agar tidak hanya sosialisasi soal Covid-19, tetapi juga sosialisasi DB. "Harus diantisipasi, kita jangan hanya terkonsentrasi Corona saja. Di Banyumas nyamuknya sudah ada, teman teman di Puskesmas dan kecamatan woro-woronya ditambahkan DB juga jangan hanya Corona saja," pungkasnya. (aam)

Sumber: