AKHIRNYA CHLOROQUINE DAN AVIGAN DIBAGI

AKHIRNYA CHLOROQUINE DAN AVIGAN DIBAGI

JAKARTA - Dan akhirnya gayung bersambut. Penegasan Presiden Jokowi yang akan segera membagikan obat Corona ke pasien positif Corona bakal terealisasi. Obat ini berasal dari Jepang. Khasiatnya pun sudah terbukti, bekerja cepat mengatasi penderita di Wuhan, Cina. Benarkah?     Mewabahnya Covid-19 perlu ditangani serius. Tidak setengah hati dan matang dalam bersikap dan bertindak. Lagi-lagi pemerintah meminta, atas kondisi yang makin compang-camping ini tetap tenang tak perlu cemas. Khususnya bagi kepada pasien positif Corona. ”Pemerintah menyiapkan obat Covid-19 dan akan menyerahkan ke pasien-pasien, ke rumah-rumah,” terang Presiden. Obat covid-19 disebut Jokowi telah diuji di sejumlah negara. ”Obat ini sudah dicoba di dua tiga negara dan memberikan kesembuhan, yaitu avigan 500 ribu dan dalam proses pemesanan dua juta,” jelasnya. Penegasan Presien pun langsung dibenarkan Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto. Yuri meminta agar masyarakat tidak membeli atau menyimpan obat klorokuin yang akan digunakan untuk membantu proses penyembuhan penyakit yang disebabkan virus corona baru itu. BACA JUGA: PESAN PRESIDEN DIBALAS KERJA MARATON ”Pemerintah juga sudah mulai mendatangkan obat yang secara pengalaman digunakan oleh negara lain dan memberikan respons yang positif,” terang Yurianto dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (21/3). Menurut Yurianto, salah satu jenis obat yang didatangkan itu klorokuin sudah dikenal masyarakat sebagai obat yang sering digunakan untuk mencegah dan mengobati penyakit malaria. https://www.youtube.com/watch?v=tqlrzsks4GQ Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan itu menegaskan bahwa klorokuin dan avigan merupakan obat penyembuhan dan bukan pencegahan infeksi COVID-19. ”Oleh karena itu tidak perlu masyarakat kemudian menyimpan klorokuin, membeli klorokuin dan kemudian menyimpannya. Ingat klorokuin adalah obat keras yang hanya bisa dibeli menggunakan resep dokter,” papar Yurianto. https://www.youtube.com/watch?v=Eh7cRBys6JU Maka,  sambung dia, jangan lagi ada persepsi yang salah menganggap obat tersebut adalah jalan keluar untuk mencegah infeksi penyakit yang menyerang sistem pernapasan itu. Dia meminta masyarakat tidak berbondong-bondong untuk membeli dan menyimpan obat itu di rumah, berpikir dapat membantu pencegahan Covid-19. Sebelumnya, pemerintah mengatakan telah memesan 2 juta avigan setelah sebelumnya mendatangkan 5.000 butir. Untuk klorokuin pemerintah sudah menyiapkan 3 juta butir obat tersebut. Terkait dengan update jumlah korban Covid-19, Yuri menjelaskan kasus konfirmasi positif sampai tanggal 21 Maret. Ada penambahan kasus baru sebanyak 81 orang, sehingga total kasus adalah 450 orang. Artinya penambahan jumlah kasus yang sudah dua kali dinyatakan pemeriksaannya negatif, klinisnya sudah membaik, dan sudah dinyatakan sembuh, sebanyak empat orang. Sehingga total yang sudah bisa sembuh dan boleh pulang adalah 20 orang. Kemudian ada penambahan kasus kematian sebanyak 6 orang sehingga totalnya adalah 38 orang. Terpisah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyampaikan bahwa obat-obatan untuk penanganan Covid-19 akan terus dipasok sesuaikan kebutuhan rumah sakit rujukan. ”Ada dua yang disebutkan Pak Jokowi (Presiden RI), yakni Chloroquine dan Avigan, kebetulan yang diproduksi BUMN adalah Chloroquine,” ujar Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga di Jakarta, Sabtu (21/3). BACA JUGAAPBN DIPANGKAS! Chloroquine itu diproduksi oleh BUMN Farmasi, yakni PT Kimia Farma (Persero) Tbk sehingga tidak perlu melakukan impor obat tersebut. ”Kalaupun impor sifatnya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Tapi kalau Avigan memang belum produksi di Indonesia,” terangnya. Ia menambahkan Chloroquine akan dipasok ke sejumlah rumah sakit yang menjadi rujukan penanganan COVID-19. ”Mulai hari ini (21/3) kita akan sebarkan obat ini ke rumah sakit-rumah sakit rujukan sesuai dengan kebutuhannya. Pasokan obat ini akan diberikan terus-menerus sesuai dengan kebutuhan dan permintaan,” jelasnya. Sebelumnya, Ahli mikrobiologi dari Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Sugiyono Saputra menjelaskan obat antimalaria chloroquine phosphate memiliki efek antivirus karenanya bisa digunakan dalam pengobatan pasien COVID-19, penyakit akibat infeksi virus Corona baru. BACA JUGA: BI Suntik Rp300 Triliun, Tolong Jangan Dikorupsi! ”Jadi zat klorokuin (chloroquine) punya antimalaria sekaligus punya aktivitas antivirus. Obat itu juga dipelajari untuk pengobatan HIV. Meski belum diketahui apakah bisa untuk virus apa saja, tapi yang jelas zat itu pernah diteliti juga punya aktivitas anti-HIV,” katanya ketika dihubungi dari Jakarta, Sabtu (22/2/2020). Ahli kesehatan Cina sebelumnya mengumumkan telah menemukan cara baru dalam menangani pasien Covid-19 dan menyatakan bahwa penggunaan obat antimalaria lebih efektif untuk merawat pasien Covid-19. (dbs/ful) BACA JUGA: E-PAPER FAJAR INDONESIA NETWORK [caption id="attachment_445340" align="alignleft" width="696"]EPaper Koran Fajar Indonesia Network Edisi 21 Maret 2020 EPaper Koran Fajar Indonesia Network Edisi 21 Maret 2020[/caption]

Sumber: