Tiga Klub Liga 1 Hentikan Program Tim

Tiga Klub Liga 1 Hentikan Program Tim

BOGOR - Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020 memang tengah dihentikan akibat wabah virus corona atau Cofid-19. Sejumlah klub peserta pun memutuskan untuk meliburkan para pemain dan ofisial tim. Namun, ada pula klub yang mengambil keputusan menghentikan segala program latihannya, yakni PS Tira. Manajemen PS Tira memutuskan untuk menghentikan program-program latihan yang telah disusun oleh pelatih Igor Kriushenko. Keputusan itu sebagai tindakan klub untuk mencegah penyebaran virus corona yang sudah kian menyebar. "Saya sudah menyampaikan kepada pemain untuk menghentikan program latihan sementara. Dikarenakan situasi sekarang ini cukup sulit dan berbahaya bagi kesehatan," kata Igor dikutip Fajar Indonesia Network dari situs resmi Liga Indonesia, Selasa (24/3). Meski begitu, pelatih asal Belarusia itu menyebut, para pemain untuk tetap menjaga kebugaran dengan rutin berolahraga di rumah masing-masing. Dengan demikian, Igor berharap kondisi fisik pemain tetap terjaga optimal. "Saya juga mengatakan keseluruh pemain untuk menjaga kondisi fisik mereka supaya saat berkumpul kembali, berat badan sama dengan yang telah dilakukan pengecekan oleh dokter," imbuhnya. Hal serupa dilakukan pula oleh Borneo FC. Klub asal Samarinda itu memutuskan menghentikan segala aktivitas tim hingga 1 April sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona. Farid Abubakar, manajer Borneo FC mengatakan, aktivitas tim terakhir kali digeber pada Sabtu (22/3) lalu, di Stadion Segiri, Samarinda. Meski begitu, para pemain hanya diberikan latihan ringan. "Segala aktivitas tim kami hentikan sampai 1 April. Keputusan ini kami ambil atas kepentingan keselamatan," ujar Farid. Klub berjuluk Pesut Etam itu juga mengambil kebijakan lain. Kebijakan tersebut adalah melarang para pemain untuk bepergian ke luar daerah. Semua diimbau untuk tetap berada di kota Samarinda sementara waktu. "Pemain diharapkan bisa menjaga kondisi masing-masing dengan berlatih ringan. Jangan keluar mes atau rumah jika tidak penting atau mendesak. Kami juga ingatkan berkonsultasi langsung dengan dokter bila mengalami gejala sakit," ungkap Farid. Selain PS Tira dan Borneo, klub asal Kalimantan Selatan Barito Putera ikut mengambil langkah preventif terkait mewabahnya Cofid-19 di Tanah Air. Pihak klub menyebut, langkah tersebut telah dilakukan manajemen tim Laskar Antasari bahkan sejak virus corona mulai jadi sorotan di Indonesia. CEO Barito Putera Hasnuryadi Sulaiman mengungkapkan, upaya preventif dimaksud antara lain penggunaan masker dan mengurangi kontak fisik. Tak hanya itu, Barito juga telah menggunakan infra red thermal scan saat laga kandang menghadapi Bali United di Stadion Demang Lehman, Martapura, 6 Maret lalu. "Melalui arahan tim medis klub, Barito rutin memonitor kondisi kesehatan seluruh personel tim, baik pada saat latihan maupun pertandingan. Alhamdulillah hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh pemain dan ofisial yang diperiksa dinyatakan sehat," ucap Hasnuryadi. Kendati demikian, Barito Putera tetap melakukan langkah-langkah preventif konkret, di antaranya penyemprotan cairan disinfektan di lokasi mes pemain dan stadion. Hasnur juga meminta para suporter untuk bersabar menanti kelanjutan kompetisi hingga ada keputusan dari otoritas tertinggi sepak bola Indonesia. (heq/fin)

Sumber: