Politikus PDIP ke Ustad Maaher: Jangan Menangis, Nanti Lawanmu tak Lagi Menghargaimu

Politikus PDIP ke Ustad Maaher: Jangan Menangis, Nanti Lawanmu tak Lagi Menghargaimu

JAKARTA- Politikus PDI- Perjuangan Budiman Sudjiatmoko merespon video Ustad Maaher At-Thuawailibi yang menangis di penjara setelah ditetapkan sebagai tersangka dugaan ujaran kebencian dan resmi di tahan selama 20 hari ke depan. Sudjiatmoko mengatakan, yang tidak boleh dilakukan oleh seseorang jika telah ditahan adalah agar tidak menangis di dean publik dan menyesali perbuatannya. "Yang pantang dilakukan oleh seorang yang ditahan atau ditangkap karena masalah politik adalah: "menangis di depan musuh atau penangkapmu," tulis Sudjiatmoko di twitternya, dikutip Senin (7/12). Dia menilai, jika menangis, maka lawan tidak lagi menghargaimu. "Jika menangis, lawanmu tak jadi menghargaimu, kawanmu tak lagi memercayaimu" katanya. Sebelumnya, sebuah video beredar, Ustad Maaher At-Thuwailibi telah mengenakan baju tahanan dengan peci. Dia nampak tak sanggup menahan air matanya sambil menjelaskan maksud postingannya di media sosial twitter yang dianggap menghina Habib Lutfi bin Yahya. Maher menjelaskan bahwa dia mencintai semua Habib, termasuk Habib Luthfi Bin Yahya sebagai dzuriyat Nabi. Dia menjelaskan, dirinya tidak bermaksud menghina Habib Lutfi dalam komentar tersebut. Hanya saja komentar itu disalahpahami. "Saya ingin sampaikan bahwa saya tidak benci sama beliau. Saya mencintai beliau. Cuman komentar saya itu disalahpahami oleh banyak orang, kemudian dikirim dalam tanda kutip bahwa saya membenci beliau," ujar Ustad Maaher sambil menyeka air matanya. Pria bernama asli Soni Eranata ini mengaku tak ingin meminta maaf lewat media sosial untuk menunjukkan kesungguhan hatinya. Dia berujar akan menemui Habib Luthfi untuk meminta maaf secara langsung. "Demi Allah saya tidak pernah punya niat menghina dan tidak punya masalah dengan Habib Luthfi, beliau ulama besar,” kata Da'i asal Medan ini. (dal/fin).  https://twitter.com/budimandjatmiko/status/1335528255344975872?s=19

Sumber: