Sudah 100 Juta Lebih Penduduk Telah Divaksin Lengkap

Sudah 100 Juta Lebih Penduduk Telah Divaksin Lengkap

JAKARTA - Program vaksinasi COVID-19 di Indonesia terus dilakukan. Hingga Rabu (8/12), lebih dari 100 juta warga Indonesia telah mendapatkan dosis lengkap. Tepatnya 100.033.810 orang. Artinya, sudah 49 persen dari total sasaran 208,2 juta orang yang harus divaksinasi COVID-19. Berdasarkan Offical data Collated by Our World in Data pada 6 Desember 2021, Indonesia menduduki peringkat kelima negara dengan jumlah terbanyak vaksinasi COVID-19 dosis lengkap setelah Tiongkok, India, Amerika Serikat dan Brazil. "Kemenkes menargetkan vaksinasi lengkap untuk 208,2 juta warga akan dicapai di Maret atau April 2022. Sedangkan untuk penyuntikan dosis pertama sudah mencakup lebih dari 143 juta warga atau 70 persen dari target 208,2 juta yang harus dicapai di akhir Januari 2022," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes, Widyawati di Jakarta, Rabu (8/12). Ia mengatakan vaksinasi dosis lengkap menjadi syarat perjalanan dari dan ke Indonesia. Indonesia termasuk negara dengan kategori Level 1 yang merupakan kategori rendah. Pelaku perjalanan yang ingin berkunjung ke Indonesia direkomendasikan sudah divaksinasi dosis lengkap sebelum melakukan perjalanan. Sementara itu, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan jajarannya terus berupaya meningkatkan percepatan vaksinasi. Selain membuka vaksinasi massal, Kemenkes juga telah mengeluarkan Surat Edaran yang menginstruksikan seluruh pos pelayanan vaksinasi, Unit Pelaksana Teknis di bawah Kemenkes. Seperti Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), RS Vertikal, Poltekkes, di seluruh Indonesia untuk melakukan vaksinasi kepada semua target sasaran tanpa memandang domisili atau tempat tinggal pada KTP. "Vaksinasi menjadi salah satu upaya penting dalam mengurangi laju penyebaran virus. Sehingga mengurangi lonjakan kasus dan membawa kita keluar dari pandemi. Capaian vaksinasi kita tak lepas dari modal sosial masyarakat Indonesia yang tinggi dengan saling bahu-membahu berpartisipasi dalam menyelenggarakan kegiatan vaksinasi," jelas Budi Sadikin.(rh/fin)

Sumber: