Rupiah Naik Tipis Setelah Amerika Dipastikan Lolos Dari Jerat Resesi

Rupiah Naik Tipis Setelah Amerika Dipastikan Lolos Dari Jerat Resesi

Ilustrasi Rupiah. FOTO: Mohamad Trilaksono - Pixabay --

JAKARTA, FIN.CO.ID -- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berbalik menguat meski Indeks Dolar (Indeks DXY) meningkat. 

Hal itu terjadi lantaran adanya sentimen positif setelah ekonomi Amerika Serikat (AS) dipastikan selamat dari resesi pada kuartal III-2022.

BACA JUGA:Holding Ultra Mikro Bawa Misi Bebaskan Pelaku Usaha dari Jerat Rentenir

BACA JUGA:Sudah Mencapai Rp15.500, Rupiah Diprediksi Bakal Melemah Lagi Hari Ini

Mengutip data  Bloomberg,  Jumat 28 Oktober 2022 pukul 15.00 WIB, kurs rupiah akhirnya ditutup pada level Rp15.554 per dolar AS, menguat 13 poin atau 0,08 persen dibandingkan posisi penutupan pasar spot Kamis 27 Oktober 2022, yakni Rp15.567.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi, mengatakan Indeks DXY sebetulnya menguat pada sesi Jumat. 

"Sebab tanda-tanda ketahanan dalam ekonomi Amerika memberi Federal Reserve lebih banyak ruang untuk terus menaikkan suku bunga acuan secara tajam," kata Ibrahim dalam keterangan tertulis, Jumat petang.

The Fed secara luas diperkirakan menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin pada pertemuan pekan depan. Ini merupakan kenaikan suku bunga yang keempat pada 2022.

BACA JUGA:Bidik Perolehan Dana Rp 5 Triliun, BSI Bakal Rights Issue Akhir Tahun

BACA JUGA:Prestasi! BSI Kuasai 50 Persen Pangsa Pasar Keuangan Syariah Indonesia

Risiko resesi di Amerika memang sudah lama dikhawatirkan karena memiliki dampak berkelanjutan bagi ekonomi global. Resesi Amerika juga bisa mempengaruhi perekonomian nasional, karena AS merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia.

Tetapi, Rabu, Amerika melaporkan pertumbuhan ekonominya pada kuartal III-2022 ternyata berada di luar ekspektasi atau tumbuh 2,6 persen.

Membaiknya ekonomi AS memberikan gambaran bahwa resesi global kemungkinan hanya angin lalu dan akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian negara-negara emerging market, termasuk Indonesia. 

Ini menjadi sentimen positif yang membuat rupiah bisa naik tipis meski Indeks DXY menguat.

Sumber: