Kepala Pusing seperti Mau Pingsan, Ini Daftar Penyebabnya Menurut Dokter

Kepala Pusing seperti Mau Pingsan, Ini Daftar Penyebabnya Menurut Dokter

Kepala Pusing, Image oleh Hatice EROL dari Pixabay--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Anda tengah mengeluhkan kepala pusing seolah mau pingsan. Kejadian tersebut Anda alami kala terbangun dari tidur Anda.

Pertanyaannya, mengapa kepala pusing usai bangun tidur, adakah yang salah dengan Anda?

Menurut dr. Tirtawati Wijaya, SE, kepala pusing seperti mau pingsan ini bisa disebabkan oleh hipotensi atau tekanan darah rendah.

BACA JUGA:Kepala Pusing dan Leher Kaku, Penyebabnya Kata dr. Nadia

Mereka yang anemia juga bisa berurusan dengan kepala pusing yang demikian.

“Anemia atau kadar darah rendah, misalnya karena kekurangan vitamin B, kekurangan zat besi, kekurangan asam folat, perdarahan,” jelas dr. Tirtawati Wijaya seperti dikutip FIN dari Alodokter.

Selain karena hipotensi dan anemia, kepala pusing seperti mau pingsan juga bisa disebabkan oleh kondisi lain bernama hipoksemia.
 
“Hipoksemia atau rendahnya kadar oksigen dalam darah, misalnya karena COVID, PPOK, obstructive sleep apnea, asma, asap rokok, polusi udara, efek gas / obat tertentu, dll,” sambungnya.

dr. Tirtawati Wijaya juga mengingatkan bahwa otak adalah organ penting yang membutuhkan pasokan oksigen tanpa henti.

ketika terganggu, maka salah satu efek yang disebabkan adalah seperti kepala pusing seperti mau pingsan.

“Karena otak adalah organ vital yang membutuhkan banyak pasokan oksigen secara terus menerus, gangguan supply oksigen sedikit / sekejap pun akan mengganggu kerjanya. Dalam keadaan jumlah oksigen yang terbatas, efek dari gangguan ini menjadi lebih terasa,” jelasnya.

Untuk menentukan penyebabnya, konsultasi langsung dengan dokter sangatlah dianjurkan. Dengan mengenali penyebabnya, dokter akan mampu memberikan penanganan yang terbaik sesuai kondisi pasien.
 
“Setelah diketahui penyebabnya, barulah dokter dapat membuat rencana terapi yang sesuai. Misalnya bila keluhan disebabkan oleh anemia kekurangan zat besi, maka penanganannya dengan memperbaiki pola makan atau dengan suplemen zat besi. Bila keluhan karena obstructive sleep apnea, maka penanganan dengan menurunkan berat badan atau penggunaan CPAP. Demikian seterusnya,” terang dr. Tirtawati Wijaya, SE.

Kepala Pusing saat Bangun Tidur Bisa Jadi karena Apnea Tidur
Tidur adalah salah satu cara bagi manusia, untuk mengembalikan energi yang hilang, selain untuk me-reset kepenatan usai beraktifitas.
Namun saat terbangun, Anda justru mendapati kepala pusing dan perasan tidak nyaman.

Pertanyaannya, mengapa Anda mengalami kepala pusing saat bangun pagi? Adakah yang salah dengan kesehatan Anda?

Well, menurut ahli, sebagaimana dilansir Medical News Today, kepala pusing saat bangun pagi itu, dapat disebabkan oleh beragam faktor.

Dehidrasi, migraine, hingga apnea tidur. Jika Anda tidak punya masalah dengan dehidrasi dan migraine, maka apnea tidur mungkin penyebabnya.
Mereka yang punya apnea tidur, memiliki beberapa kebiasaan ini saat tidur:

•    Suara ngorok yang keras
•    Napas yang terengah-engah
•    Sering terbangun
•    Merasa ngantuk di siang hari
•    Menunjukan perubahan mood

Cara Mengatasi Apnea Tidur

Jika kondisinya ringan,  mereka yang menderita apnea tidur dianjurkan untuk tidur dengan posisi miring, bukan dengan punggung di bawah.

Menjaga berat badan. yang sehat, berhenti merokok, tidak minum alkohol jelang tidur, dan menghindari obat tidur kecuali dengan anjuran dokter.

Risiko Lain Apnea Tidur

Mereka yang memiliki apnea tidur sangat berIsiko terkena Alzheimer di kemudian hari, sebagaimana dilaporkan ahli dalam sebuah studi.
Studi itu berhasil menunjukan bahwa mereka dengan apnea tidur, memiliki penumpukan toksik protein pada otak bernama beta-amyloid, yang memicu terjadinya Alzheimer.

Alzheimer adalah penyakit yang menyebabkan mundurnya kerja otak, dengan mengganggu daya ingat serta fungsi kognitif.

Penumpukan protein ini sendiri disebabkan oleh pernapasan yang terhambat, yang disebabkan oleh dengkuran hebat akibat apnea tidur.

Kendati demikian, para ahli berpendapat apnea tidur ini bukanlah tanpa solusi.

Studi itu menemukan bahwa dengan mengurangi dengkuran, dan meningkatkan aliran udara, dapat mencegah apnea tidur, salah satunya dengan menggunakan masker oksigen.

Studi ini sendiri dilakukan oleh para peneliti dari New York University, dengan melibatkan 208 partisipan berusia antara 55 hingga 90 tahun.

Anda atau pasangan kerap mendengkur setiap malam? Jangan anggap remeh dan mulailah mengambil tindakan.


Sumber: