DPRD Kota Bekasi Anggarkan Rp 6.9 M Dinas Ke Tiga Negara, Uni Emirat Arab (UEA), Australia dan Turki

DPRD Kota Bekasi Anggarkan Rp 6.9 M Dinas Ke Tiga Negara, Uni Emirat Arab (UEA), Australia dan Turki

Ruang rapat paripurna DPRD Kota Bekasi.--

BEKASI, FIN.CO.ID - Rencana anggota DPRD Kota Bekasi yang akan melakukan perjalanan ke tiga negara di akhir 2022 mendapat kritikan.

Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Bekasi Tanti Herawati mengkritik keras rencana kunjungan kerja anggota DPRD Kota Bekasi ke luar negri.

BACA JUGA:Jadwal Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi Sangat Padat, Bung Towel Bilang Begini

Ia menegaskan dalam kondisi sulit seperti saat ini, anggota DPRD Kota Bekasi tidak menunjukkan rasa empati saat kondisi sedang sulit sebagai wakil rakyat.

"Ini menunjukkan sifat dari anggota DPRD Kota Bekasi yang tidak mempunyai rasa empati pada saat masyarakat di tengah kesulitan ekonomi," ungkap Tanti Herawati, Senin 26 September 2022.

Menurutnya, jajaran DPRD Kota Bekasi diketahui mempunyai anggaran yang diperuntukan Perjalanan Dinas Biasa Luar Negeri sebesar Rp 6,9 miliar. 

Anggaran itu kabarnya akan digunakan oleh anggota DPRD Kota Bekasi untuk mengunjungi Uni Emirat Arab (UEA), Australia dan juga Turki. 

BACA JUGA:Jaring Permanen Akan Dipasang di Aliran Sungai Kabupaten Bekasi, Usai 130 Ton Sampah Dibersihkan Selama 3 Hari

Selain itu jumlah tersebut sudah termasuk anggaran Perjalanan Dinas Biasa, yang dimana seluruhnya sebesar Rp23,8 miliar untuk 50 anggota dewan. 

"Anggota DPRD itu seharusnya malu jika menggunakan anggaran perjalanan dinas, dan itupun bukan untuk keperluan yang mendesak," jelasnya.

Ketua beserta anggota PSI menuntut DPRD Kota Bekasi, untuk melakukan pembatalan terkait rencana dinas ke tiga negara luar negri tersebut.

“Jika mereka masih bertahan untuk menghambur-hamburkan uang rakyat, kami berharap Kementerian Dalam Negeri dapat membatalkan rencana ini,” tegasnya.

BACA JUGA:Makin Canggih, Pelajar di Bekasi Janjian Tawuran Lewat Medsos, 6 Orang Ditangkap Polisi

Tanti Herawati mengusulkan, anggaran perjalanan dinas luar negeri itu bisa digunakan untuk bantuan masyarakat yang terdampak ekonomi imbas dari kenaikan harga BBM. 

Sumber: