Korban Selamat Kecelakaan Truk Alami Trauma, Ketika Tidur Sempat Kaget dan Takut

Korban Selamat Kecelakaan Truk Alami Trauma, Ketika Tidur Sempat Kaget dan Takut

BEKASI, FIN.CO.ID - Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bekasi akan melakukan pendampingan terhadap murid SDN Kota Baru II dan III.

Komisioner KPAD Kota Bekasi Novrian menjelaskan, adanya kecelakaan lalu lintas di depan sekolah membuat trauma mendalam bagi para murid.

(BACA JUGA:Bikin Mewek, Begini Prosesi Tabur Bunga di Lokasi Kecelakaan SDN Kota Baru II dan III Bekasi)

Adanya kejadian tersebut, KPAD dan DP3A akan fokus kepada korban yang berada di RSUD Kota Bekasi dan RS Ananda Bekasi

"Hari ini kita bersama sama KPAD dan DP3A, akan fokus ke RSUD dan RS Ananda guna melakukan pendampingan," ucap Novrian saat dikonfirmasi, Kamis 1 September 2022.

Dari hasil pemeriksaan petugas di lapangan, pihaknya mendapati bahwa terdapat anak yang mengalami trauma akibat adanya kecelakaan tersebut.

"Beberapa anak mengalami trauma, karena mereka melihat dan juga mengalami kejadian, kita melihat beberapa ketika tidur sempat kaget dan punya rasa takut," jelasnya.

(BACA JUGA:Supir Truk Kontainer Resmi Ditetapkan Tersangka dalam Kecelakaan Maut di Kota Bekasi)

Tidak hanya itu Novrian menjelaskan, ada beberapa anak yang ketika ditemui sangat terbayang-bayang dengan kejadian pada hari kecelakaan.

"Ini tugas kita sebagai instansi pemerintah untuk mengembalikan menghilangkan trauma mereka, pendekatan psikologi akan kita lakukan," terangnya.

KPAD dan DP3A juga telah berbincang dengan pihak sekolah, terkait area sekolahan yang harus mendapat perbaikan di lingkunganya agar bisa layak anak.

"Melihat lalu lalang kendaraan besar, saya melihat tidak ada jembatan penyebrangan dan kedua kajian ulang lokasi atau seting tempat," ungkapnya.

(BACA JUGA:Miris, Bocah Korban Kecelakaan Truk Kontainer di Kranji Meninggal di Hari Ulang Tahunnya)

Pihaknya juga meminta sekolahan menyediakan petugas patroli khusus, dikarenakan area SDN Kota Baru II dan III termasuk area rawan bahaya. (Tuahta Simanjuntak)

Sumber: