Resesi Global di Depan Mata, Kurs Rupiah Hari Ini Berpotensi Melemah

Resesi Global di Depan Mata, Kurs Rupiah Hari Ini Berpotensi Melemah

Ilustrasi Rupiah. FOTO: Mohamad Trilaksono - Pixabay --

JAKARTA, FIN.CO.ID - Kurs rupiah hari ini berpotensi melemah terhadap dolar AS. Pelaku pasar masih mencemaskan ancaman resesi global di depan mata yang membuat pemulihan pertumbuhan ekonomi dunia terancam melambat.

Mengutip data Bloomberg, Rabu 6 Juli 2022 pukul 09.24 WIB, kurs rupiah hari ini tengah diperdagangkan pada level Rp15.013 per dolar AS, melemah 19 poin atau 0,13 persen apabila dibandingkan dengan posisi penutupan pasar spot pada Selasa kemarin di level Rp14.994 per dolar AS.

(BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Merosot Hingga 9 Persen, Resesi Global dan Lockdown China Bikin Gelisah )

(BACA JUGA:IHSG Berpeluang Balik Melemah, GOTO Jadi Salah Satu Saham Rekomendasi Analis Hari Ini)

Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk (BNLI), Josua Pardede mengatakan, kurs rupiah hari ini berpotensi melemah terhadap dolar AS. 

"Kemungkinan pergerakan hari ini ada di kisraran Rp14.950- Rp15.050 per dolar AS," kata Josua kepada awak media, Rabu 6 Juli 2022.

Josua mengatakan bahwa rupiah hari ini masih tertekan oleh kecemasan pelaku pasar pada inflasi global. Inflasi global semakin mengancam yang ditandai dengan meroketnya inflasi di Amerika Serikat maupun Eropa. 

"Euro akan semakin melemah terhadap dolar. Menguatnya dolar akan berimbas rupiah terdepresiasi," ujar Josua.

(BACA JUGA:Tegas! Kemensos Cabut Izin Pengumpulan Donasi ACT, Ada Indikasi Pelanggaran Katanya)

(BACA JUGA:Pernah Terlibat Jadi Ambasador, Fauzi Baadila Bantah Ikut Mengurus Duit ACT)

Inflasi berdasarkan consumer price index (CPI) di zona Eropa pada Juni 2022 melesat 8,6 persen year-on-year (yoy). 

Ini merupakan rekor tertinggi sepanjang masa, dan lebih tinggi dari ekspektasi ekonom yang disurvei Reuters sebesar 8,4 persen.

ECB di bawah pimpinan Christine Lagarde, menjadi salah satu bank sentral utama yang masih mempertahankan suku bunga rendah, saat yang lainnya sudah menaikkan bahkan beberapa sangat agresif. 

Tetapi pada Juni lalu, Lagarde secara terang-terangan mengatakan akan menaikkan suku bunga di bulan ini.

Sumber: