Catatan Dahlan Iskan . 27/10/2026, 05:33 WIB

Gas Asap

Penulis : Afdal Namakule
Editor : Afdal Namakule

Maka bertambahlah yang marah-marah di medsos. Marah ke Indonesia. Sebaliknya banyak juga orang Indonesia yang balas marah-marah ke Singapura. Saling berbalas marah.

Maka ketika ada berita Indonesia menghentikan pasok gas ke Singapura dibilang itu bagian dari marah-pembalasan dari pihak Indonesia.

Tanggal 24 Oktober kemarin Indonesia memang memangkas pasok gas ke Singapura. Mulai berlaku hari itu juga. Jumlah pangkasannya 31 juta kaki kubik per hari. Yakni dari Natuna 15 juta dan dari Sumatra 16 juta kaki kubik.

Gas itu sampai di Singapura untuk pembangkit listrik milik swasta di sana. Jumlah itu bisa untuk menghasilkan listrik 120 MW. Itu memang tidak ada artinya dibanding kebutuhan listrik seluruh Singapura sekitar 8.500 MW.

Memangkas pasok gas itu mudah: tinggal menutup atau mengecilkan kran di pipa di percabangan ke arah Singapura. Di bawah laut sana pipa gas itu bercabang-cabang. Tiap percabangan dipasang kran buka-tutup.

Pipa gas dari Indonesia ke Singapura itu datang dari dua arah: dari arah Natuna dan dari arah Sumatera. Ratusan kilometer panjangnya. Yang dari Sumatera datang dari dua arah pula: dari Lampung-Palembang dan dari arah Riau. Di dekat Batam ada cabang pipa ke Batam.

Yang dari arah Natuna ke Singapura juga ada cabang ke Batam. Yang dari arah Natuna itu tersambung pula dengan pipa yang dari arah Riau.

Di Lampung sana pipa itu tersambung ke arah Cilegon, Jakarta, Cirebon, Semarang, Cepu, Gresik, sampai ke ujung Madura. Di Gresik bercabang ke Surabaya sampai mentok di Probolinggo (Leces).

Idealnya, yang dari arah Lhokseumawe, Aceh, menuju Medan juga tersambung dengan jaringan pipa Riau. Sekarang masih terputus di Bagansiapiapi.

Maka ketika pemerintah memutuskan menghentikan pasok gas ke Singapura, petugas tinggal menutup kran di percabangan ke Singapura.

Baca Juga

Apakah Singapura tidak tambah marah?

Saya mengamati itu selama di Singapura. Belum ada reaksi keras dari pihak Singapura. Yang ada baru sebatas pernyataan bahwa penyaluran gas ke Singapura itu ada perjanjian kontraknya. Pun baru diperpanjang tahun 2022. Singapura masih sebatas minta agar semua pihak menghormati kontrak.

Di medsos ada omelan: Indonesia kelihatannya ketularan Donald Trump. Begitu kepentingan dalam negeri terganggu, keputusan sepihak dilakukan.

Indonesia memang lagi kekurangan gas. Agak akut. Batam kekurangan gas. Pabrik pupuk Sriwijaya kekurangan gas –untuk diubah jadi amoniak dan akhirnya jadi pupuk. Industri di Jawa Barat menjerit-jerit tidak ada kepastian harga maupun pasokan gas.

Indonesia bikin keputusan sepihak. Kali ini semua pihak di Indonesia kelihatannya memuji keputusan Prabowo-Bahlil dalam mengatasi kekurangan gas dalam negeri.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id