Catatan Dahlan Iskan . 27/10/2026, 05:33 WIB

Gas Asap

Penulis : Afdal Namakule
Editor : Afdal Namakule

Oleh: Dahlan Iskan

Di samping mengeluh dan marah, apa yang dilakukan orang Singapura selama dapat kiriman asap dari kebakaran hutan di Indonesia?

Dari enam orang yang makan bersama saya di salah satu restoran Sichuan Singapura tidak satu pun yang tidak beli penjernih udara. Itu untuk dipasang rumah masing-masing. Harga mesin purifier pun langsung naik dua kali lipat. Yang paling laris merek Xiaomi. Enam orang enam Xiaomi.

"Sekarang AC di rumah saya hidup 24 jam sehari," ujar Robert Lai, sahabat Disway di sana. Ia warga Singapura kelahiran Hong Kong. "Itu karena kami tidak berani buka jendela agar tidak ada asap masuk rumah. Kalau AC tidak menyala ruangan jadi panas," tambahnya.

"Juga beli purifier?"

"Iya."

"Juga merek Xiaomi?"

"Iya."

Perubahan hidup lainnya: kian banyak orang yang ke ''bilik O2''. Ukuran biliknya tidak sampai 1x1 meter. Hanya cukup untuk satu orang. Ke dalam bilik itu dimasukkan oksigen murni. Yakni setelah orang masuk ke dalamnya.

Ada sekitar 10 stasiun ''bilik O2'' di seluruh Singapura. Satu stasiun ada yang punya enam bilik. Awalnya bilik O2 untuk kebugaran paru dan kulit. Juga untuk kelengkapan klinik kecantikan. Tapi sejak ada kiriman asap dari Indonesia, bilik itu juga untuk pasok oksigen tambahan ke dalam paru.

Baca Juga

"Satu jam SGD500," ujar seorang wanita yang sudah beberapa kali masuk bilik O2.

Ketika dia mengucapkan itu otak saya berhitung: sebelum ada kiriman asap apakah dia juga bayar O2 sebanyak 500x24 ke alam. Saya tidak berani mengucapkannya.

Masih ada kebiasaan baru lainnya orang Singapura: lebih rajin minum madu. Maka madu Selandia Baru jenis Manuka laris –dipercaya mengandung anti oksidan tinggi. "Sudah sebulan tiap hari kami sekeluarga minum madu," katanyi.

Itu belum cukup. Masih harus rajin minum obat herbal dari Tiongkok. Sudah berbentuk kapsul. Ditambah satu obat batuk non herbal –yang warnanya stabilo mencolok.

Tidak hanya paru dan tenggorokan orang Singapura yang terganggu asap. Banyak restoran yang juga batuk-batuk: begitu aplikasi penanda kualitas udara menunjukkan angka 270 psi banyak orang tidak mau keluar rumah: restoran ikut sepi.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id