Ia mengatakan ketersediaan data digital menjadi instrumen penting untuk mendukung pengambilan keputusan, pengawasan kebakaran, pengelolaan air, serta evaluasi capaian restorasi gambut di tingkat tapak hingga nasional.
Melalui paparan tersebut, Indonesia menegaskan bahwa pengelolaan gambut membutuhkan kombinasi antara kebijakan, ilmu pengetahuan, teknologi pemantauan, inovasi restorasi, dan keterlibatan masyarakat. Pengalaman Indonesia diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi negara-negara pemilik gambut tropis lainnya dalam memperkuat aksi iklim, konservasi keanekaragaman hayati, dan pembangunan rendah karbon. (**)