Prediksi Maroko vs Kanada: Ujian Berat Singa Atlas di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

fin.co.id - 04/07/2026, 11:57 WIB

Prediksi Maroko vs Kanada: Ujian Berat Singa Atlas di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Prediksi Maroko vs Kanada: Ujian Berat Singa Atlas di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

fin.co.id – Turnamen Piala Dunia 2026 memasuki fase krusial. Babak 16 besar akan mempertemukan dua tim dengan tren yang kontras: Maroko dan Kanada. Pertandingan ini berlangsung di Houston Stadium, Amerika Serikat, Minggu 5 Juli 2026 pukul 00.00 WIB. Maroko datang dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah menyingkirkan tim-tim raksasa, sementara Kanada berambisi mencetak sejarah baru di hadapan pendukung mereka sendiri.

Kiprah Maroko di Piala Dunia 2026 benar-benar mencuri perhatian dunia. Mereka tampil begitu solid selama fase grup dan babak 32 besar. Menahan imbang Brasil dan menyingkirkan Belanda lewat adu penalti membuktikan bahwa kualitas Singa Atlas berada di level yang sangat tinggi. Maroko kini membidik perempat final dengan status sebagai tim yang sangat teruji.

Pengalaman menjadi pembeda utama bagi skuad asuhan Walid Regragui ini. Piala Dunia 2026 merupakan partisipasi kedelapan bagi Maroko, sementara Kanada baru merasakan atmosfer turnamen ini sebanyak tiga kali. Selain itu, status Maroko sebagai semifinalis edisi empat tahun lalu serta juara Piala Afrika enam bulan lalu, memberikan mereka mentalitas pemenang yang jarang dimiliki tim lain.

Sepanjang turnamen, Maroko mencatatkan dominasi permainan yang mengesankan. Mereka memegang rata-rata penguasaan bola sebesar 55 persen, menempatkan mereka di urutan ke-9 dari 48 negara peserta. Keunggulan kolektivitas ini menjadi kunci saat mereka mendikte lawan, bahkan ketika menghadapi tim bertabur bintang seperti Brasil dan Belanda.

Di sisi lain, Kanada tampil spektakuler dengan menorehkan sejarah baru sebagai tim yang lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya. Skuad besutan Jesse Marsch ini dikenal sangat produktif dalam menyerang. The Canucks telah mengoleksi 9 gol dan mencatatkan 71 peluang berbahaya, jauh lebih banyak dibandingkan Maroko yang mencetak 7 gol dari 50 peluang.

Namun, efisiensi saja tidak cukup. Kanada harus mewaspadai kualitas lawan yang mereka hadapi. Hingga saat ini, Kanada belum pernah benar-benar diuji oleh tim selevel Brasil atau Belanda. Kekalahan mereka melawan Swiss di fase grup menjadi bukti bahwa pertahanan Kanada masih rentan terhadap tekanan tim yang terorganisir dengan baik.

Maroko dikenal sebagai tim yang memiliki disiplin pressing tingkat tinggi. Mereka mencatatkan 218 aksi pressing saat bertahan, yang membuat lawan kesulitan mengembangkan permainan. Belanda yang memiliki filosofi sepak bola menyerang pun dibuat tidak berkutik dengan hanya menguasai 30 persen distribusi bola saat melawan Maroko.

Tugas berat kini menanti lini serang Kanada. Jonathan David dan rekan-rekan dituntut untuk lebih efektif memanfaatkan lebar lapangan. Kanada memang sangat agresif saat memasuki sepertiga terakhir lapangan, dengan 62 persen serangan mereka berasal dari sisi sayap. Kemitraan antara Alistair Johnston dan Tajon Buchanan di kanan, serta Richie Laryea dan Liam Millar di kiri, akan menjadi motor serangan Kanada.

Sayangnya, Kanada harus menghadapi ancaman absennya sang kapten, Alphonso Davies, yang masih berkutat dengan cedera. Absennya Davies tentu mengurangi daya gedor di sisi kiri. Padahal, para penikmat sepak bola sangat menantikan duel adu lari antara Davies melawan kapten Maroko, Achraf Hakimi, yang beroperasi di sisi kanan pertahanan Singa Atlas.

Achraf Hakimi tetap menjadi arsitek utama permainan Maroko. Hakimi mencatatkan 13 peluang gol dan terlibat dalam 62 persen percobaan gol Maroko. Namun, kekuatan Maroko tidak hanya bertumpu pada satu pemain. Jika Kanada terlalu fokus menjaga Hakimi, pemain lain seperti Ismael Saibari siap menghukum kelengahan pertahanan mereka. Saibari sendiri sudah mencetak tiga gol dan sangat aktif melakukan pressing tinggi.

Di lini tengah, pertempuran akan terjadi antara duo Neil El Ayanoui dan Ayyoub Boudaddi dari Maroko melawan kuartet gelandang Kanada yang dipimpin Stephen Eustaquio. Pengalaman gelandang Maroko menghadapi pemain elite dunia seperti Casemiro dan Frenkie de Jong memberikan keuntungan psikologis bagi mereka.

Secara objektif, Maroko lebih diunggulkan untuk memenangkan laga ini. Mereka memiliki kedalaman skuad, pengalaman turnamen besar, dan struktur permainan yang jauh lebih stabil daripada Kanada. Jika Kanada gagal menahan intensitas pressing Maroko sejak menit awal, langkah mereka di Piala Dunia 2026 berpotensi berakhir di tangan Singa Atlas.

Ari Nur Cahyo
Ari Nur Cahyo
Penulis

Penulis di FIN.CO.ID sejak Maret 2022 yang fokus mengeksplorasi dunia Teknologi, Sepak Bola, dan Anime. Memiliki ketertarikan kuat pada isu-isu viral, ia berkomitmen menghadirkan konten yang segar, informatif, dan relevan dengan tren masa kini.