Internasional . 16/06/2026, 22:45 WIB

Lalu Lintas Pelayaran di Selat Hormuz Diprediksi Butuh Waktu Berbulan-bulan untuk Pulih

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana
Editor : Esnoe Faqih Wardhana

Ancaman ranjau laut di wilayah tersebut tetap menjadi sumber kekhawatiran utama. Menurut Dewan Maritim Baltik dan Internasional (BIMCO), keberadaan senjata bawah air ini membuat situasi keamanan di lapangan terus berada dalam kondisi berisiko.

Saat ini, sekitar 500 kapal komersial masih tertahan dan menunggu di Teluk untuk bisa melintasi Selat Hormuz. Prioritas utama petugas adalah menyelesaikan penyeberangan kapal-kapal yang mengantre tersebut, setelah mereka mengalami gangguan yang berlangsung lebih dari 100 hari.

Menghitung Garis Waktu Normalisasi Jalur Energi

Para pengamat memproyeksikan jumlah kapal yang melintas akan mencapai 50% dari tingkat sebelum perang dalam waktu 30 hari ke depan.

Sebanyak 118 kapal tanker yang saat ini sedang memuat di Teluk memiliki peluang menjadi rombongan pertama yang melintasi selat dalam 10-15 hari ke depan. Hal ini dapat berjalan lancar selama tidak ada masalah yang muncul terkait implementasi perjanjian AS-Iran.

Jika situasi kondusif, jumlah pelayaran bisa merangkak naik dari 15 kapal per hari menjadi sekitar 40 kapal pada akhir bulan ini, di mana armada tanker akan mendominasi sekitar 60% dari total muatan.

Faktor penentu utama dari normalisasi selat ini adalah kecepatan kapal untuk memasuki kembali kawasan Teluk, setelah kapal-kapal yang tertunda berhasil melintas.

Para pemilik barang atau pengirim barang dipastikan akan bersikap sangat hati-hati, sehingga proses masuk kembali ke Teluk diperkirakan terjadi secara bertahap. Jumlah kapal tanker yang memasuki Teluk diprediksi menyentuh angka 12 kapal per hari pada akhir 30 hari pertama, atau sekitar 50% di bawah tingkat sebelum perang.

Dimitris Ampatzidis, selaku manajer risiko dan kepatuhan maritim di Kpler, memberikan gambaran mendalam mengenai tantangan logistik ini dalam sebuah pengarahan baru-baru ini:

"diperkirakan sekitar 500 kapal komersial berada di Teluk, dan bahkan jika selat dibuka kembali, lalu lintas tidak akan langsung kembali normal."

Ampatzidis juga menambahkan poin penting mengenai durasi riil yang dibutuhkan oleh industri maritim untuk pulih:

"bahwa kapal-kapal yang menunggu untuk meninggalkan wilayah tersebut, menyelesaikan pelayaran mereka, dan kembali untuk mengambil kargo baru akan memakan waktu sekitar dua hingga tiga bulan, sementara kembalinya produksi dan ekspor seperti sebelum perang di beberapa bagian Timur Tengah mungkin membutuhkan waktu lebih lama tergantung pada negara dan kondisinya."

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id