Incheon Jadi Bandara Tersibuk Dunia, Geser Heathrow Dan Changi
Bandara Internasional Incheon di Korea Selatan mencatat pencapaian bersejarah setelah menjadi bandara tersibuk di dunia berdasarkan jumlah penumpang
fin.co.id - Bandara Internasional Incheon di Korea Selatan mencatat pencapaian bersejarah setelah menjadi bandara tersibuk di dunia berdasarkan jumlah penumpang internasional pada paruh pertama 2026.
Data awal Airports Council International menunjukkan Incheon melayani 38,4 juta penumpang internasional selama enam bulan pertama tahun ini. Angka tersebut membuat Incheon untuk pertama kalinya menempati posisi teratas, mengungguli sejumlah pusat penerbangan terbesar dunia.
Incheon Lampaui Heathrow Dan Changi
Bandara Heathrow London berada di posisi kedua dengan 37,79 juta penumpang internasional. Sementara itu, Bandara Changi Singapura menempati posisi ketiga dengan 34,53 juta penumpang.
Perubahan tersebut menjadi lompatan besar bagi Incheon. Dalam pemeringkatan berdasarkan data setahun penuh, bandara Korea Selatan itu sebelumnya masih berada jauh di bawah para pesaingnya.
Incheon menempati peringkat ke-12 pada 2024 dan turun ke posisi ke-13 pada 2025. Kini, hanya dalam enam bulan pertama 2026, bandara tersebut berhasil mengambil alih posisi puncak.
Konflik AS Dan Iran Mengubah Jalur Penerbangan
Salah satu faktor yang disebut ikut mendorong kenaikan Incheon adalah perubahan pola perjalanan udara akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Gangguan terhadap sejumlah jalur penerbangan dan pusat transit di kawasan Timur Tengah membuat sebagian penumpang mencari rute alternatif. Incheon kemudian menjadi salah satu pilihan bagi penumpang yang sebelumnya menggunakan hub penerbangan di Timur Tengah.
Pengelola Bandara Incheon menyebut jumlah penumpang transfer meningkat 18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan tersebut terutama terlihat pada penumpang yang melakukan perjalanan menuju Eropa. Jumlah penumpang transfer dengan tujuan akhir di Eropa meningkat 63,2 persen menjadi sekitar 210.000 orang.
Perubahan ini menunjukkan bagaimana konflik geopolitik dapat memengaruhi jaringan penerbangan global. Ketika sebuah hub utama mengalami gangguan, arus penumpang dapat berpindah ke bandara lain yang memiliki konektivitas dan kapasitas memadai.
Baca Juga
Incheon Makin Penting Sebagai Hub Asia
Selain faktor perubahan rute penerbangan, pertumbuhan Incheon juga didukung oleh jaringan penerbangan yang luas.
Bandara yang mulai beroperasi pada 2001 tersebut kini melayani 158 destinasi internasional. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan beberapa pesaing utamanya di kawasan Asia.