Fin.co.id - Film dokumenter terbaru berjudul The Longest Wait: The Dream: No Dream is Too Far, No Wait is Too Long dipastikan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 18 Juni 2026.
Film ini tidak hanya menampilkan perjalanan prestasi Timnas Indonesia, tetapi juga membuka sisi emosional, pengorbanan, dan kisah kemanusiaan yang jarang diketahui publik.
Momentum perilisan film ini dinilai sangat tepat, mengingat performa Timnas Indonesia yang tengah menanjak usai mencatat sejarah lolos ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Berbeda dari film olahraga pada umumnya, dokumenter ini menyoroti sisi humanisme pemain—mulai dari tekanan mental, kerinduan keluarga, hingga perjuangan panjang mencapai level internasional.
Diproduksi oleh Fremantle Indonesia bersama Beach House Pictures, film ini menggambarkan perjalanan emosional para pemain yang selama ini hanya terlihat di balik layar.
Fokus utama dokumenter ini adalah memotret perjalanan emosional, pengorbanan batin, serta dinamika internal yang selama ini tertutup rapat dari publik.
Eksekutif Produser Fremantle Indonesia, Sakti Parantean, menegaskan bahwa penonton akan diajak melihat "jiwa" dari para pemain, bukan sekadar statistik kemenangan di papan skor.
Fakta Orisinal dari Ruang Ganti & Kehidupan Pemain
Pemain naturalisasi andalan Indonesia, Shayne Pattynama, menyatakan film ini adalah potret murni tanpa rekayasa.
Ia menekankan betapa pentingnya kepercayaan antara pemain dan kru film sehingga kamera bisa menangkap momen-momen paling jujur dalam karier mereka.
"Kuncinya adalah kepercayaan. Kami merasa nyaman berbicara jujur di depan kamera tanpa merasa dipaksakan. Saya sendiri sangat bersemangat karena belum melihat hasil utuhnya," ungkap Pattynama dalam konferensi pers di Jakarta.
Baca Juga
Pelatih Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto, menambahkan film ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi bagi staf pelatih dan pemain.
Ia menyoroti bagaimana para pemain diaspora menempuh perjalanan ribuan kilometer dari Eropa di tengah jadwal klub yang padat hanya demi lambang Garuda di dada.
“Sepak bola bukan hanya 90 menit di lapangan, tetapi proses panjang yang tidak terlihat,” ujar Nova.
Kini, harapan kembali muncul seiring pencapaian terbaru Timnas. “Ini tentang mimpi yang tidak pernah padam,” tambah Sakti.