Sport . 18/04/2026, 09:23 WIB
Guardiola bahkan membandingkan situasi tersebut dengan pengalaman Manchester City di masa lalu, sebelum akhirnya menjadi kekuatan dominan di Inggris. Ia memahami betul bagaimana rasanya mengejar gelar pertama setelah sekian lama.
Pertemuan antara Manchester City dan Arsenal bukan sekadar laga biasa. Hasil pertandingan ini bisa menjadi penentu arah gelar musim ini.
Arsenal hanya membutuhkan hasil imbang untuk menjaga jarak aman, sementara City wajib menang jika ingin memangkas selisih poin secara signifikan.
Guardiola menegaskan bahwa timnya tidak bisa fokus pada faktor emosional Arsenal. Satu-satunya cara adalah dengan bermain sesuai rencana.
“Kami harus fokus pada cara kami bermain. Itu satu-satunya hal yang bisa kami kontrol,” ujarnya.
Pernyataan Guardiola menjadi pengingat bahwa sepak bola tidak selalu hitam-putih. Di saat banyak pihak melihat kekurangan Arsenal, ia justru melihat pelajaran dan nilai yang bisa dipetik.
Dalam kompetisi tingkat tinggi, efektivitas sering kali lebih penting daripada estetika. Arsenal mungkin tidak selalu tampil indah, tetapi mereka berhasil menjadi tim yang sulit dikalahkan.
Dan bagi Guardiola, itu sudah cukup untuk dihargai—bahkan dipelajari.
Pada akhirnya, duel antara dua tim ini bukan hanya soal siapa yang lebih kuat, tetapi juga tentang dua pendekatan berbeda dalam meraih kemenangan.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id