Ragam

Denny JA Merekam Luka Sejarah Melalui 8 Buku Puisi Esai

Demikian dinyatakan Denny JA ketika delapan buku puisi esainya dipublikasikan kembali untuk memperkenalkan kepada publik perjalanan panjang sejarah Indonesia dan dunia melalui karya sastra.

Denny JA Merekam Luka Sejarah Melalui 8 Buku Puisi Esai

Posisi dalam Sastra Dunia

Dalam sejarah sastra dunia terdapat tradisi karya yang menjadikan penderitaan manusia sebagai pusat cerita.

Victor Hugo melalui Les Misérables menulis tentang kemiskinan dan keadilan di Prancis.

Aleksandr Solzhenitsyn melalui The Gulag Archipelago mengungkap tragedi pengasingan politik di Uni Soviet.

Elie Wiesel melalui Night menyampaikan kesaksian tentang Holocaust.

Puisi esai berdiri dalam tradisi moral yang sama. Perbedaannya terletak pada bentuk: ia memadukan puisi, jurnalisme, dan refleksi sejarah.

Mengingat Luka sebagai Tugas Bangsa

Delapan buku puisi esai ini memperlihatkan bahwa sejarah tidak hanya milik para pemenang.

Ia juga milik mereka yang hilang.

Mereka yang terluka.

Mereka yang dilupakan.

Melalui puisi esai, angka berubah menjadi manusia.

Peristiwa berubah menjadi pengalaman.

Sejarah berubah menjadi suara.

Dan dari suara-suara itu kita belajar satu hal penting:

Berita Terkait