Denny JA Merekam Luka Sejarah Melalui 8 Buku Puisi Esai

fin.co.id - 12/03/2026, 10:31 WIB

Denny JA Merekam Luka Sejarah Melalui 8 Buku Puisi Esai

Di sinilah kekuatannya.

Puisi esai menjembatani dua dunia yang sering terpisah: dunia emosi dan dunia pengetahuan.

Sejarah tidak lagi hanya kronologi peristiwa.

Statistik berubah menjadi tangisan.

Data berubah menjadi kisah manusia.

Delapan Buku Puisi Esai Denny JA

Menurut Penerbit CBI, delapan buku ini membentuk semacam peta sejarah yang luas—dari diskriminasi sosial di Indonesia hingga tragedi besar dalam sejarah dunia.

1. Atas Nama Cinta (2012)

Buku ini mengangkat kisah cinta yang hancur oleh diskriminasi.

Cinta seorang Tionghoa yang terbakar oleh kerusuhan rasial. Sepasang kekasih yang dipisahkan tafsir agama. Seorang TKW yang menjadi korban kekerasan rumah tangga. Dan cinta sesama jenis yang hidup dalam tekanan sosial.

Pesan buku ini sederhana tetapi dalam: sering kali yang menghancurkan cinta bukan kebencian, tetapi prasangka.

Link buku

https://drive.google.com/file/d/1RpTzplKEbQ_y_7hdrOdML6tiDhU6QZ7r/view?usp=sharing

2. Kutunggu di Setiap Kamisan (2018)

Buku ini terinspirasi oleh Aksi Kamisan, gerakan keluarga korban pelanggaran HAM berat.

Sahroni
Sahroni
Penulis

Penulis senior di FIN.CO.ID dengan pengalaman lebih dari 5 tahun di industri media. Spesialis dalam meliput dinamika dunia Sepak Bola dan inovasi Teknologi. Konsisten menyajikan analisis mendalam dan berita terpercaya sejak bergabung pada 2019.