Kesehatan . 03/12/2025, 14:59 WIB

Cuaca Jadi Pemicu Utama Lonjakan Virus RSV Mengerikan

Penulis : Wanda Afifah
Editor : Wanda Afifah

fin.co.id - Di tengah perubahan cuaca yang makin tidak menentu, banyak orang bertanya-tanya, apakah kondisi udara yang dingin benar-benar memicu penyebaran virus pernapasan seperti RSV (Respiratory Syncytial Virus)? Nah, dokter spesialis penyakit dalam lulusan Universitas Indonesia, dr. Robert Sinto, Sp.PD, K-PTI, DPhil, FINASIM, FHEA, akhirnya buka suara dan memberikan penjelasan yang bikin kita harus lebih waspada, terutama ketika musim hujan dan udara terasa lebih lembap.

Dalam temu media di Jakarta, ia menegaskan bahwa cuaca memang memengaruhi penyebaran RSV. Bahkan ia menyebut, “Jadi secara teoritis saya akan jawab ya, dia berpengaruh. Di Indonesia, RSV itu bisa jangka panjang, ada terus setiap waktu,” Menurutnya, di Indonesia RSV bisa muncul sepanjang tahun alias tidak mengenal musim. Namun, perubahan kondisi udara tetap bisa menjadi pemicu meningkatnya penularan.

Cuaca Dingin Bikin Virus Lebih Ganas? Begini Penjelasannya

Penelitian dari negara-negara empat musim menunjukkan bahwa RSV makin mudah menular saat cuaca dingin. Ketika suhu turun, sistem imun manusia mengalami perubahan, baik secara alami maupun karena proteksi tubuh yang menurun.

Bukan hanya soal imun, tapi juga perilaku manusia saat cuaca dingin ikut berperan. Orang-orang cenderung:

  • lebih sering berkumpul di ruangan tertutup,
  • jarang membuka jendela sehingga sirkulasi udara buruk,
  • hidup di kondisi yang lebih lembap,
  • dan kurang terpapar cahaya matahari.

Kondisi ini menciptakan ruang ideal bagi virus untuk berkembang. Robert bahkan menyebut, “Jadi virus itu lebih gampang beranak juga, inilah yang menyebabkan musim itu akan sangat berpengaruh terhadap penyebaran infeksi,” Artinya, lingkungan tersebut membuat virus semakin aktif dan lebih mudah menular ke banyak orang dalam waktu singkat.

Bagaimana dengan Indonesia yang Tidak Punya Musim Dingin?

Walaupun Indonesia tidak mengalami musim dingin seperti negara empat musim, dr. Robert menilai polanya tidak jauh berbeda. Hanya saja, ia memperkirakan pola penyebaran RSV di Indonesia bisa lebih tidak teratur karena cuacanya berubah lebih dinamis.

Indonesia sering mengalami peralihan cepat antara panas, hujan, lembap, dan dingin. Perubahan ini dapat menciptakan kondisi yang membuat virus seperti RSV tetap bertahan sepanjang tahun dan memicu peningkatan kasus pada periode tertentu, misalnya saat musim hujan.

RSV Bisa Menyerang Siapa Saja, Tapi Ini Kelompok yang Harus Ekstra Hati-Hati

RSV merupakan virus yang sangat mudah menular melalui udara. Ketika seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin, virus langsung menyebar dan dapat terhirup oleh orang di sekitarnya. Bahkan menyentuh permukaan yang terkontaminasi saja sudah cukup untuk membuat seseorang ikut tertular.

Walaupun siapa saja bisa terinfeksi RSV, penyakit ini jauh lebih berbahaya bagi kelompok berisiko tinggi, terutama:

  • lansia di atas 65 tahun,
  • individu dengan penyakit penyerta,
  • dan orang dengan kekebalan tubuh rendah.

Karena itulah, memahami bagaimana cuaca memengaruhi penyebaran RSV penting banget buat masyarakat Indonesia yang sering mengalami perubahan cuaca ekstrem.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id