Buku ini soal panorama sejarah panjang perjuangan Indonesia, direkam melalui 15 puisi esai yang menghidupkan kembali tokoh-tokoh awal pergerakan bangsa: dari dr. Soetomo dan Haji Samanhudi, hingga Tan Malaka, Sjahrir, Bung Karno, dan Hatta.
Di tangan Denny JA, sejarah tidak sekadar deretan tanggal dan nama besar. Ia menjelma drama batin, di mana para tokoh digambarkan bukan sebagai patung pahlawan, melainkan manusia yang ragu, lelah, jatuh cinta, dan tetap melangkah meski sendirian di tengah zaman yang gelap.
Setiap puisi menjadi cermin atas api yang menyalakan Indonesia: api pendidikan, perdagangan, diplomasi, dan keberanian moral.
Dari “Dan Lahirlah Budi Utomo” hingga “Mohammad Hatta dan Korupsi yang Menggila”, buku ini merajut kronologi perjuangan menjadi satu narasi emosional tentang harga kemerdekaan dan kegelisahan pascakemerdekaan.
Puisi paling menggugah adalah “Dan 2000 Janda Pun Menerjang.”
Denny JA menulisnya dengan tenaga mitos dan air mata sejarah.
Ia mengangkat kisah Laksamana Malahayati, perempuan pertama di dunia yang memimpin pasukan laut — dua ribu janda Aceh yang kehilangan suami karena perang.
Dalam bait-baitnya, Denny menggambarkan malam sebelum pertempuran:
“Kesedihanku adalah bara yang akan membakar penjajah.”
Ketika Malahayati menebas Cornelis de Houtman, laut menjadi saksi: keberanian tidak selalu datang dari prajurit lelaki, melainkan dari perempuan yang memilih melawan karena tak tahan menunggu.
Baca Juga
Ia berperang bukan demi ambisi, tetapi demi cinta dan martabat bangsanya.
Puisi ini menyalakan kembali makna “merdeka” — bukan sebagai hasil perundingan diplomatik, melainkan jeritan hati seorang janda yang kehilangan segalanya kecuali keberanian.
Sebagai keseluruhan, Mereka yang Mulai Teriak Merdeka adalah sebuah ensiklopedi emosional bangsa. Sejarah yang besar diceritakan melalui kisah-kisah kecil yang menggugah nurani.
Denny JA menutup buku ini dengan kalimat yang terasa seperti doa:
“Puisi esai menghidupkan sejarah, membuat tokoh bernapas, merasakan luka, dan berbisik kepada pembaca.”