Opini . 21/02/2025, 08:55 WIB

Bangkitnya Armada Nusantara: Revolusi Galangan Kapal Indonesia di Bawah Komando Prabowo!

Penulis : Sigit Nugroho
Editor : Sigit Nugroho

Untuk memastikan penerapan kebijakan subsidi bunga berjalan lancar, maka strategi yang disusun mencakup beberapa tahapan. Sebelum penerapan, pemerintah perlu melakukan mediasi antara galangan kapal dan bank untuk memastikan semua pihak memahami persyaratan subsidi bunga.

Bank juga perlu menyiapkan skema kebijakan subsidi bunga yang jelas. Selanjutnya, pemerintah harus menyusun mekanisme kredit yang melibatkan semua pihak terkait, termasuk Bank Pelaksana, Perusahaan Penjamin, pemilik kapal, dan SIKP. Setelah penerapan, bank akan bertanggung jawab untuk membimbing galangan kapal dalam mengelola laba yang dihasilkan.

Industri Galangan Kapal Indonesia

Sesungguhnya, industri galangan kapal Indonesia memiliki potensi besar dalam mendukung kebutuhan maritim nasional. Dengan letak geografis yang strategis dan garis pantai yang panjang, Indonesia memiliki keuntungan dalam pengembangan industri perkapalan.

Sejumlah galangan kapal, terutama di Batam, telah mampu memproduksi berbagai jenis kapal, mulai dari kapal kargo, kapal patroli, hingga kapal perikanan. Kapasitas ini mencerminkan kemampuan industri dalam negeri untuk berkontribusi terhadap sektor maritim dan pertahanan nasional.

Meskipun memiliki kapasitas yang cukup besar, pemanfaatan industri galangan kapal dalam negeri masih belum optimal. Banyak galangan kapal yang belum beroperasi dengan efisiensi maksimal akibat keterbatasan investasi, regulasi yang kurang mendukung, serta keterbatasan sumber daya manusia yang terampil di bidang teknologi perkapalan.

Juga, persaingan dengan industri galangan kapal negara lain, terutama dari Tiongkok dan Korea Selatan, semakin menekan daya saing industri dalam negeri. Padahal dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah mengambil langkah-langkah strategis untuk memperkuat industri galangan kapal.

Oleh karena itu pemerintah harus mendorong program modernisasi dan peningkatan kapasitas produksi –melalui insentif fiskal serta kebijakan proteksi terhadap industri maritim nasional. Serta kerja sama dengan berbagai negara dalam transfer teknologi dan pelatihan tenaga kerja, juga menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan daya saing galangan kapal dalam negeri.

Industri galangan kapal Indonesia masih menghadapi tantangan dalam membangun kapal berteknologi tinggi, seperti kapal super tangker dan kapal perang canggih. Keterbatasan dalam skala produksi dan teknologi manufaktur menjadi kendala utama dalam pengembangan sektor ini.

Diperlukan investasi yang lebih besar dalam riset dan pengembangan (R&D), serta peningkatan kerja sama dengan industri global agar Indonesia dapat menghasilkan kapal dengan teknologi mutakhir secara mandiri.

Maka dengan potensi besar yang dimiliki, industri galangan kapal Indonesia harus terus berbenah agar mampu bersaing di tingkat internasional. Dukungan pemerintah dalam bentuk regulasi yang kondusif, peningkatan investasi, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM) akan menjadi kunci dalam memaksimalkan kapasitas industri ini. (Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa)

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id